SuaraCianjur.id- Situasi telat makan pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Namun hal yang tidak banyak diketahui ternyata, jika situasi telat makan bisa menambah berat badan.
Kenapa bisa?
Dari hasil penelitian ketika seseorang telat makan maka akan menambah berat badan akibat adanya hormon lapar dalam tubuh.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Cell Metabolism, bawasanya terlambat dalam waktu makan yang rutin dilakukan biasanya, bisa merubah hormon lapar, metabolisme tubuh dan cara penyimpanan lemak.
Mengutip dari Insider, Rabu (5/10/2022) jika para peneliti dari Brigham and Women’s Hospital, Harvard Medical School, dan University of Chicago, mengamati 16 orang dewasa yang memiliki kelebihan pada berat badan atau obesitas, ketika mereka mengikuti dua rencana makan atau meal plan selama enam hari.
Untuk meal plan yakni sarapan di pukul 10 pagi, lalu makan siang pada pukul dua dan makan malam pukul enam sore.
Para peneliti menguji apakah benar waktu makan membuat perbedaan nafsu makan dan merubah metabolisme tubuh. Dengan menggunakan kalor pada makanan dan bahan yang digunakan sama.
Para peserta yang diuji tersebut dilihat seberapa lama mereka merasakan lapar. Kemudian peneliti juga mengukur seberapa lama mereka bertahan dari rasa lapar. Berapa banyak kalori yang terbakar, serta kadar hormon lapar yang berubah.
Hasilnya mengatakan, peserta dua kali lipat merasakan lapar ketika mereka terlambat untuk memenuhi jam makan. Selain itu, memiliki hormon leptin yang paling rendah atau hormon yang memberikan sinyal kenyang setelah makan.
Orang yang makan terlambat bisa membakar sekitar 60 kalori lebih sedikit setaip harinya, dibanding degan mereka yang makan di pagi hari. Peneliti pun mendapatkan hasil untuk makan pada sore hari yang meningkatkan proses penyimpanan lemak dan perlambatan proses pembakaran lemak.
Hingga akhirnya mendorong perubahan sel kemudian menambah jaringan lemak.
Sehingga dari penelitian tersebut dikatakan jika telat makan kemungkinan besar bisa membuat berat badan bertambah naik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis