SuaraCianjur.id- Menurut dr.Zaidul Akbar menyantap langsung makanan dalam kondisi yang masih panas adalah hal yang tidak baik dan membahayakan bagi kesehatan tubuh.
Termasuk mengkonsumsi makanan atau minuman jenis apapun, dalam kondisi panas sangat tidak dianjurkan.
Menurut dr.Zaidul Akbar, hal itu bisa memicu bahaya jangka panjang termasuk berpotensi menjadi kanker. Bahkan meniup makanan atau minuman dikala kondisi panas juga menyehatkan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr.Zaidul Akbar dalam dakwahnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Bisikan.com, Mingu (9/10/2021).
Dalam kesempatan tersebut, dr.Zaidul Akbar memberikan uraian terhadap beberapa alasan soal kenapa meniup makanan yang masih panas bisa membahayakan kesehatan.
Menurutnya pertama, jika meniup makanan dalam kondisi panas bisa mengalami perubahan reaksi gas.
"Makanan-makanan yang sedang panas itu ditiup akan terjadi perubahan reaks gas. Jadi muncul co2 ketika uapnya itu ketemu dengan oksigen, nanti bisa berubah masuk menjadi bagian dari makanan tadi dan itu tidak baik untuk kesehatan," terang dr.Zaidul Akbar.
Kemudian dr.Zaidul Akbar juga menerangkan bahwa makanan yang baik itu memang tidak boleh dikonsumsi, dalam kondisi masih panas. Hal ini mengingat adanya perubahan suhu gas.
"Jadi memang makan yang baik itu tidak boleh dalam kondisi panas, itu yang pertama dari perubahan struktur gasnya," terang dr.Zaidul Akbar.
Baca Juga: Kata Zoya Amirin Penting Buat Suami Tahu Ketika Istri Orgasme, Kayak Ada Remas-remas Gitu di Anunya
Selain itu menurutnya makanan panas juga bisa merusak mukosa mulut, bagian yang lembut dalam mulut. Lebih lanjut dr.Zaidul Akbar menjelaskan tentang mukosa.
Bagian ini terdapat pada langit-langit dalam mulut, merupakan kulit yang strukturnya bisa berubah apabila terkena suhu panas.
"Jadi mukosa itu bagian yang lembut, kalau kita lihat mukosa itu kayak bagian langit-langit itu mukosa namanya. Jadi ketika dia kena panas bisa merubah strukturnya," terang dr.Zaidul Akbar.
Selain bahaya meniup makanan panas, dr.Zaidul Akbar juga turut menyampaikan soal bahaya kalau mengkonsumsi makanan yang masih panas, karena dapat memicu kanker.
"Jadi makan panas itu kalau orang sering-sering banget makan panas bisa memicu kanker," terangnya.
Dalam hal ini, dr.Zaidul Akbar menyinggung kebiasaan orang ketika menyantap bakso, dengan kuah panas ditambah dimasukan ke dalam plastik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Mencintai Tanpa Ribut di Kepala: Sebuah Refleksi untuk Gen Sandwich yang Terlalu Banyak Cemas
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Skenario Darurat FIFA: Italia Masuk Radar Playoff Piala Dunia 2026, Bagaimana Timnas Indonesia?
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Motor Sekelas NMax dan PCX tapi Perawatan Nggak Ribet? Intip Motor MAKA Cavalry Lengkap dengan Harga
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Setang Lebar Honda Vario 125 Street Bikin Manuver Makin Lincah di Kemacetan, Segini Harganya
-
Yoursay Class: Ubah Cerita Pengalaman Jadi Ulasan Jurnalistik yang Kuat