SuaraCianjur.id - Ditengah padatnya pemukiman warga di perbatasan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, ada satu kawasan hutan yang masih dijaga kelestariannya, yakni hutan yang ada di Kampung Adat Cireundeu.
Secara geografis, Kampung Adat Cireundeu masuk ke wilayah Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Kampung Cireundeu sendiri, berbatasan langsung dengan wilayah Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Lokasi Kampung Adat Cirendeu sendiri, tiga gunung yakni Kunci, Cimenteng, dan Gajahlangu.
Satu yang jadi menarik, di Kampung Adat Cireundeu, terdapat satu kawasan hutan yang masih dikramatkan oleh warga Kampung Adat Cireundeu, oleh warga disana ada beberapa sebutan terhadap kawasan hutan larangan itu. Ada yang menyebutnya hutan larangan, Tutupan, Baladahan, hingga Puncak Salam.
Konon cerita, tidak sembarang orang yang dapat masuk ke dalam hutan. Warga yang hendak menjajakan kaki diwajibkan melakukan puasa secara total atau mutih.
"Hutan larangan dan tutupan konsepnya seserahan. Bukan kita tidak boleh masuk ke situ, tapi jangan sampai merusak alam," ujar sesepuh Kampung Adat Cireundeu bernama Abah Widi belum lama ini.
Meski tetap dikramatkan, namun kini pengunjung bisa memasuki kawasan hutan larangan tersebut. Warga kampung dan sesepuhnya tidak mengharuskan pengunjung untuk puasa mutih, namun mereka diharuskan melepas alas kaki saat memasuki kawasan tersebut.
Melepas alas kaki menggambarkan kepercayaan bahwa 'Gusti anu ngasih' (Tuhan yang mengasihi), 'alam anu ngasah' (alam yang mendidik) dan 'manusa nu ngasuh' (manusia yang menjaga).
"Itu memang ada yang harus dipikirkan aturan Adat. Memang seperti itu kalau dibebaskan alam akan rusak, karena semua berani," tegas Abah Widi.
Baca Juga: Profil Jordy Rizkyanda, Curi Perhatian di Mantan IPA dan IPS Season 2
Untuk masuk ke hutan larangan, kita harus menyusuri Leuweung Baladahan', 'Leuweung Tutupan' dan 'Leuweung Larangan'. Setelah itu kita masuk ke area hutan larangan. Terdapat bale-bale yang dapat digunakan untuk beristirahat sejenak, guna menikmati pemandangan dan menghirup udara ang masih asri disana.
Terdapat satu larangan lagi disana. Mereka yang berniat berburu hewan di kawasan hutan larangan, tidak diperkenankan untuk masuk.
"Jadi kalau ada orang bawa senapan angin ke sini, abah suruh pulang lagi. Jangan ganggu hewan yang ada di Cireundeu karena itu keindahan alam. Mudah-mudahan kita sadar jangan sampai sembarangan merusak alam, merusak tanaman," imbuhnya.
Sumber : SuaraJabar.id
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Nama Anak Ketiga Lesti Kejora dan Rizky Billar Belum Juga Diumumkan, Ini Sedikit Bocorannya
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Fantastis! Gaji Setahun Cristiano Ronaldo Bisa Biayai Skuad Almeria Dalam 12 Tahun
-
Isu Riders Fajar SadBoy Ribet, Manajer Beri Bantahan: Tiket Cuma 2 pun Kami Jalan
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Klub Spanyol yang Dibeli Cristiano Ronaldo Ini Ternyata Pernah Diperkuat Striker Thailand
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Followers Almeria Melonjak Jadi 2,8 Juta usai Dibeli Cristiano Ronaldo, Sebelumnya Hanya 10 Ribu