SuaraCianjur.id- Sidang perdana terhadap terdakwa Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, membacakan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam berkas dakwaan yang dibacakan itu, terungkap kalau Ferdy Sambo sempat panik dan marah, karena rekaman CCTV yang berada di sekitar rumahnya diserahkan oleh anak buahnya ke penyidik Polres Jakarta Selatan.
Ferdy Sambo memerintahkan kepada anka buahnya di waktu tiga hari usai penembakan terhadap Brigadir J tepatnya tanggal 11 Juli 2022 lalu.
Ferdy Sambo disebut dalam dakwaan tersebut memberikan perintah kepada Chuck Putranto untuk kembali mengambil rekaman CCTV.
“'CCTV di mana?' dijawab oleh saksi Chuck Putranto, 'CCTV mana jenderal?'," ucap JPU dalam pembacaan dakwaan seperti yang dilihat dari Youtube Polri TV, Senin (17/10/2022).
Jaksa Penuntut Umum melanjutkan bacaan berkas dakwaan itu .
"Kemudian terdakwa Ferdy Sambo menjawab 'CCTV sekitar rumah'. Kemudian dijawab lagi sama saksi Chuck Putranto 'sudah saya serahkan ke Polres Jakarta Selatan'," begitulah dalam surat dakwaan tersebut.
Usai mendengar jawaban itu Ferdy Sambo diaktakan marah dan berkata tidak memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerahkan rekaman CCTV tersebut.
Kemudian Ferdy Sambo meminta kepada Chuck utuk kembali mengambil kembali rekaman CCTV.
Baca Juga: Terungkap! Sikap Acuh Putri Candrawathi Usai Penembakan Brigadir J, Sempat Lakukan Ini
"Terdakwa Ferdy Sambo meminta saksi Chuck Putranto dan berkata 'kamu ambil CCTV, kamu copy dan kamu lihat isinya'. Kemudian terdakwa Ferdy Sambo melanjutkan kata-katanya dengan nada marah 'lakukan jangan banyak tanya, kalau ada apa-apa saya tanggung jawab'," begitulah kata JPU.
Saat itu Chuck hanya menjawab dengan singkat "siap jenderal".
Lantas perintah itu dilakukan dan meluncur ke Polres Jakarta Selatan. Kemudian bertemu dengan penyidik dengan maksud untuk membawa kembali DVR CCTV yang sudah diserahkan tersebut. CCTV itu masih terbungkus plastik hitam, kemudian disimpan.
Dalam hal ini Ferdy Sambo didakwa terlibat dalam tindakan obstruction of justice atau merintangi penyidikan dalam kasus kematian Brigadir J.
Ada juga terdakwa lainnya dalam perkara ini seperti Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.
Mereka dijerat dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman delapan hingga 10 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Nasib Dean James Ditentukan Hari Ini? Seluruh Klub Eredivisie Gelar Rapat Darurat
-
Transaksi Penjualan Sapi dan Kerbau di Kabupaten Agam Mencapai Rp7,48 Miliar Jelang Lebaran 2026
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia
-
Bawa Genre Beragam, Irene Pamer Vokal di Highlight Medley Album Biggest Fan
-
Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April
-
Bawa Misi Penting, Ini Alasan Persib Bandung ke Jakarta di Tengah Libur Super League
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati di Indonesia Februari 2026
-
Jejak Langkah di Kota Tanpa Bayangan
-
3 Truk Sumbu Tiga Ditahan karena Langgar Pembatasan Operasional di Momen Lebaran 2026
-
Disebut Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Fitri Salhuteru Beri Klarifikasi