/
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:00 WIB
dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS. (Dok. Dini/Suara.com) (Foto Ilustrasi / Suara.com)

SuaraCianjur.id- Kepuasan bagi pasangan suami istri (pasutri) ketika berhubungan seks terkadang masih mengukur Mr.P yang dimiliki suami.

Ukuran Mr.P yang besar dan panjang sangat memang menjadi idaman bagi pria, karena dianggap gagah bahkan bisa menaklukan istrinya ketika bertempur di atas ranjang.

Padahal stigma itu tidak sepenuhnya berpengaruh dengan kepuasan istri saat bercinta. Ada banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kepuasan istrt untuk mencapai kenikmatan.

Kemudian timbul pertanyaan pentingkah ukuran Mr. P?

Melansir dalam Youtube Kacamata dr.Boyke, Senin (17/10/2022)dijelaskan kalau Mr.P yang besar lebih memuaskan dalam berhubungan seks.

“Kinsey melakukan penelitian di Amerika, ternyata bukan yang panjang yang lebih menentukan (kepuasan) yang tebal (besar) menentukan kepuasan,” kata dr.Boyke.

Penelitan tersebut menyatakan 98 persen ukuran rudal pria yang tebal atau gendut berdiamter besar disebut lebih memuasakan.

“Mr.P yang lebih tebal (besar) itu kan ketika dicengkram gak usah sampai cengkramannya sekuat itu,” terang dr.Boyke.

Perlu diketahui, kalau ukuran normal penis pria adalah 12 sampai 14 cm ketika terjadi ereksi. Karena pada akhirnya kelipatan ereksi yang menentukan ukuran besar dan panjang Mr.P.

Baca Juga: Paniknya Ferdy Sambo Hingga Naik Pitam saat Anak Buah Serahkan CCTV ke Polres Jakarta Selatan

Berbagai mitos cara membesarkan penis yang ada saat ini, seperti menggunakan daun gatal, memakan lintah hingga meminum racikan ramuan pembesar Mr.P, ternyata bisa berakibat bahaya untuk tubuh.

“Secara medis yang biasanya dilakukan untuk mebesarkan atau menebalkan penis adalah dengan cara memberikan lemak perut kedalam penis,” terang dr. Boyke.

Sedangkan untuk memperpanjang Mr.P adalah dengan cara menarik dan dipotong ligamennya, kemudia dijahit sehingga rudal pria itu bisa lebih panjang.

Tapi apapun yang dibuat secara tidak alami, akan memiliki kekuranga. Mr.P yang diperbesar atau diperpanjang secara sengaja, lebih mudah loyo. Bahkan menurut dr.Boyke bisa beresiko patah ketika pasutri bercinta.

Kontributor : Safira Fauziah

Load More