SuaraCianjur.id- Ada hal yang disampaikan dari pengakuan saksi bernama Ahmad Syahrul Ramadhan dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencanan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Pengakuan dari sopir ambulans itu membuat Majelis Hakim sidang sempat terkejut.
Dirinya mengaku melihat jasad dari Brigadir J degan keadaan bagian keadaan menggunakan makser berawarna hitam.
Namun ada yang harus diketahui, kalau Brigadir J disebut tak mengenakan masker ketika tiba di rumah dinas Ferdy Sambo.
Soal tiba-tiba kondisi Brigadir J yang menggunakan masker ketika almarhum tersungkur bersimbah darah, muncul dugaan kalau hal itu dilakukan sebagai bagian dari skenario Ferdy Sambo.
Menurut kuasa hukum dari Bharada E, Ronny Talapessy turut mengatakan tidak menutup kemungkinanmasker yang dikenakan di jasad Brigadir J itu untuk menutupi jejak bekas tembakan, yang diduga ada di kepala Brigadir J.
Konon katanya Ferdy Sambo turut ambil bagian menembak kepala Brigadir J untuk memastikan kalau kekasih dari Vera Siamnjuntak itu sudah tewas.
"Disampaikan (sopir ambulans) jenazah Brigadir J sudah dibalik, kemudian sudah tidak memakai baju. Kemudian dipakaikan masker. Dugaan kami itu yang dipakaikan masker untuk menutup lubang tembak dari kepala ke hidung," ungkap Ronny dikutip dari Suara.com dalam program Primetime News di kanal YouTube metrotvnews, dilihat Selasa (15/11/2022).
Maka dari itu kuasa hukum Bharada E ini meminta kepada Hakim sidang untuk turut memeriksa rekaman CCTV detik-detik kematian Brigadir J.
Baca Juga: Ada Polisi Hobi Prostitusi Online, Warga Net : Polusi Negara
"Karena faktanya, almarhum Yosua ini dari rumah Saguling ke Duren Tiga tidak memakai masker," ungkap Ronny.
Ronny merujuk kepada rekaman CCTV, yang disebut bikin beberapa anak buag dari Ferdy Sambo sampai ketakutan.
Hal itu karena memperlihatkan Brigadir J yang masih dalam kondisi hidup. Terkejutnya mereka karena pada jam itu berdasarkan pengakuan dari Ferdy Sambo, kalau Brigadir J sudah meninggal akibat baku tembak dengan Bharada E.
Kemudian Ahmad Syahrul yang turut dihadirkan sebagai saksi bagi ketiga terdakwa yakni Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf itu mengatakan kalau dirinya melilhat jasada Brigadir J, telah tergelat dengan darah sudah melumuri lantai.
Brigadir J disebutkan terkapar dengan berlumur darah, adapun posisinya telentang dan mengenakan pakaian putih.
"Posisinya telentang, Yang Mulia. Cuma pakai baju. Wajahnya ditutupi sama masker, warna hitam, Yang Mulia," jelas Syahrul.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?