SuaraCianjur.id- Beberapa warga yang ada di posko pengungsian Desa Mangaunkerta, Kecamatan Cugeng, Kabupaten Cianjur sudah mulai merasakan kurang enak badan atau bahkan ada yang sakit ringan.
Beberapa warga ada yang merasakan sakit maag. Bahkan ada yang sudah mengalami batuk dan flu. Bantuan obat-obatan bagi mereka yang ada di posko pengungsian Desa Mangunkerta sangat dibutuhkan. Terutama kebutuhan logistik.
“Kalau beberapa warga ada sih yang sudah mulai alami sakit maag karena telat makan, ada yang batuk flu juga karena cuaca sekarang kalau malam itu dingin,” kata warga Cianjur bernama Dika Dzikriawan kepada cianjur.suara.com, Rabu (21/11/2022).
Beberapa rumah warga masih ada yang utuh, namun mereka enggan tidur di dalam bangunan karena guncangan gempa masih terjadi. Pada hari Selasa (22/11) kemarin, terjadi gempa susulan dan cukup terasa.
Kecamatan Cugenang adalah salah satu wilayah yang terkenda dampak parah akibat gempa bumi yang terjadi.
“Warga masih trauma masuk ke rumah karena gempa masih terasa tadi malam juga ada gempa lagi. Makanya mereka memilih tidur di luar. Malam kan dingin jadi sudah ada yang merasakan batuk dan flu,” terangnya.
Kekurangan bantuan terutama bahan makanan, menjadi salah satu faktor beberapa warga mulai mengeluhkan sakit, terutama penyakit lambung seperti maag.
“Siang hari kemarin sempat kelaparan karena kekurangan bantuan. Warga yang sakit maag karena telat makan. Kemarin ada juga anak yang teriak-teriak nangis gitu ke mamahnya ‘mah lapar mah lapar’. Saya bawa satu dus indomie buat bantu kebutuhan mereka, ” ungkap Dika.
“Kemarin memang yang mendistribusikan logistik buat yang terkena dampak gempa sudah dilakukan, tapi belum sampai ke atas karena itu tadi, kekurangan relawan. Tapi sekarang alhamdulillah sementara sudah dapat,” jelasnya menambahkan.
Jauhnya Jarak Posko Bantuan
Dika juga mengatakan kalau kebutuhan obat-obatan sudah tersedia di posko bantuan yang ada di wilayah Kota Cianjur.
“Ketersedian obat sebetulnya di posko bantuan lengkap, tapi pendistribusian yang susah karena jaraknya juga jauh. Dan kemarin sempat kekurangan relawan juga kan. Obat-obatan pasti lengkap dari Dinkes Cianjur,” jelas Dika.
Menurut Dika, pendistribusian logistik seperti kebutuhan makanan dan obat-obatan dilakukan di sore hari. Tapi bisa saja langsung mengambil ke posko bantuan, yang ada di Pendopo Cianjur.
Hanya saja jarak tempuh yang jauh menjadi kendala, terlebih Desa Mangunkerta terletak di dataran atas.
“Untuk mengambil bantaun dari Cugenang ke kota jauh sekali, kalau kemarin karena macet bisa sampai lima jam juga, karena kan masih kekurangan relawan. Tapi sekarang sudah ada relawan,” ungkap Dika.
Warga yang tinggal di Desa Mangunkerta masih membutuhkan tenda pleton sebagai tempat tinggal. Mereka memilih mendirikan posko pengungsian sendiri dekat titik rumahnya karena takut adanya penjarahan atau maling.
Dika mengatakan warga yang menjadi korban gempa Cianjur dan tinggal di posko pengungsian Desa Mangunkerta terdiri dari empat RW.
“Kalau yang ada di Posko Desa Mangunkerta ini terdiri dari empat RW kurang lebih ada 56 kepala keluarga. Mereka milih tinggal dekat rumah karena takut ada maling jadi memilih stay dekat rumah,” beber Dika.
Terlebih posko yang didirikan di lapangan Cariu, Kecamatan Cugenang dikabarkan sudah penuh karena menampungg sekitar 300 sampai 500 orang.
Beberapa bantuan yang dibutuhkan oleh warga Desa Mangunkerta yakni air mineral, sembako, makanan untuk anak, susu anak, popok bayi, dan pembalut. Termasuk air bersih untuk kebutuhan mereka.
Usai dilanda gempa kata Dika, masih banyak warga yang belum terevakuasi di Desa Sukamulya. Tapi di hari Selasa sore beberapa mobil ambulans dari Kabupaten Garut sudah membantu proses evakuasi. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci
-
Dibuka Besok Pagi, Ini Link dan Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Ditjen Hubdat
-
Sinopsis Ladies on Top, Drama Romcom Jepang Dibintangi Shida Kohaku
-
Link War Tiket Fan Meeting Kim Seon Ho, Cek Daftar Harga dan Keuntungannya
-
KPK Ungkap Modus Mobil Operasional Berpindah-Pindah di Kasus OTT Bea Cukai
-
5 Rekomendasi Model Kaftan Terbaru untuk Lebaran 2026, Anggun dan Elegan
-
Bank Mandiri Region 3 Berbagi Kebaikan Ramadan Lewat Buka Puasa dan Santunan Masyarakat Rentan
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
PNS Disnaker Indragiri Hulu Jadi Pengedar Sabu, Akhirnya Ditangkap