SuaraCianjur.id - Tujuh orang diperiksa polisi pasca aksi intoleransi dengan mencabut label tulisan gereja ditenda korban pengungsian korban gempa Cianjur.
“Saat ini diperiksa tujuh orang,” kata KabidHumas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dihubungi, Rabu (29/11/2022).
Belum ada satu orang pun dalam kasus ini, yang dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.
Polisi masih perlu melakukan pengembangan pemeriksaan dalam kasus ini. Polisi juga, kata Ibrahim, musti melakukan pendalaman lebih lanjut pada dugaan aksi intoleran ini.
“Belum penetepan tersangka. Kita perlu pendalaman dan pengembangan,” katanya.
Pendalaman dan pengembangan yang dimaksud, polisi mencari siapa yang memotivasi kelompok masayrakat tersebut untuk melakukan aksi yang dianggap intoleran tersebut.
“Mau kita cek, giatnya apa, siapa yang memotivasi, semua harus jelas,” ungkapnya.
Untuk diketahui, viral di media sosial, sebuah video yang merekam sekelompok orang mencopot label tulisan gereja, di tenda bantuan korban gempa Cianjur.
Ada pun tulisan yang dicopot pada tenda pengungsi korban gempa Cianjur, bertuliskan ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’.
Baca Juga: Diungkap Bharada E! Ternyata Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sering Tak Satu Ranjang
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun turut menanggapi aksi yang dilakukan oleh warga tersebut.
Ridwan Kamil sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh warga setempat itu. Bahkan dirinya berharap untuk tidak terulang lagi.
Dalam unggahan di akun Instagramnya itu, Ridwan Kamil memberikan beberapa pernyataan atas aksi dari warga yang merobek dan mencabut tulisan tersebut.
“SANGAT DISESALKAN dan TIDAK BOLEH TERULANG LAGI. Pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda oleh oknum warga setempat di tenda pengungsian di Cianjur,” kata Ridwan Kamil dikutip dari Instagramnya, Minggu (27/11/2022).
Menurutnya para masyarakat yang datang membantu korban Gempa Cianjur khususnya, tidak pilih-pilih. Bantuan datang dari semua golongan dan dari semua pihak termasuk kelompok apapun.
Mereka datang memberikan bantuan datang dari latar belakang yang berbeda.
“Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya,” terang Ridwan Kamil.(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo