/
Rabu, 30 November 2022 | 11:17 WIB
Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan kalau pihaknya telah memeriksa beberapa orang terkait dengan pencabutan label yang dinaggap intoleransi. (Foto: Dok Humas Polda Jawa Barat)

SuaraCianjur.id - Tujuh orang diperiksa polisi pasca aksi intoleransi dengan mencabut label tulisan gereja ditenda korban pengungsian korban gempa Cianjur.

“Saat ini diperiksa tujuh orang,” kata KabidHumas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dihubungi, Rabu (29/11/2022).

Belum ada satu orang pun dalam kasus ini, yang dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian. 

Polisi masih perlu melakukan pengembangan pemeriksaan dalam kasus ini. Polisi juga, kata Ibrahim, musti melakukan pendalaman lebih lanjut pada dugaan aksi intoleran ini.

“Belum penetepan tersangka. Kita perlu pendalaman dan pengembangan,” katanya.

Pendalaman dan pengembangan yang dimaksud, polisi mencari siapa yang memotivasi kelompok masayrakat tersebut untuk melakukan aksi yang dianggap intoleran tersebut.

“Mau kita cek, giatnya apa, siapa yang memotivasi, semua harus jelas,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, viral di media sosial, sebuah video yang merekam sekelompok orang mencopot label tulisan gereja, di tenda bantuan korban gempa Cianjur.

Tangkapan layar postingan video Ridwan Kamil di Twitter saat dengan bersama dengan korban anak-anak gempa Cianjur. (sumber:)

Ada pun tulisan yang dicopot pada tenda pengungsi korban gempa Cianjur, bertuliskan ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’. 

Baca Juga: Diungkap Bharada E! Ternyata Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sering Tak Satu Ranjang

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun turut menanggapi aksi yang dilakukan oleh warga tersebut.

Ridwan Kamil sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh warga setempat itu. Bahkan dirinya berharap untuk tidak terulang lagi.

Dalam unggahan di akun Instagramnya itu, Ridwan Kamil memberikan beberapa pernyataan atas aksi dari warga yang merobek dan mencabut tulisan tersebut.

“SANGAT DISESALKAN dan TIDAK BOLEH TERULANG LAGI. Pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda oleh oknum warga setempat di tenda pengungsian di Cianjur,” kata Ridwan Kamil dikutip dari Instagramnya, Minggu (27/11/2022).

Menurutnya para masyarakat yang datang membantu korban Gempa Cianjur khususnya, tidak pilih-pilih. Bantuan datang dari semua golongan dan dari semua pihak termasuk kelompok apapun. 

Mereka datang memberikan bantuan datang dari latar belakang yang berbeda.

“Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya,” terang Ridwan Kamil.(*)

Load More