SuaraCianjur.id- Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Cianjur pada hari Senin (21/11) kemarin.
Sebagian wilayah dibuat luluh lantak.Banyak rumah warga roboh dan rusak, tak hanya itu banyak juga menelan korban jiwa dan terluka.
Peristiwa duka di CIanjur menjadi pembahasan dari Deddy Corbuzier bersama Habib Jafar, terutama tentang isu miring yang dilayangkan masyarakat terhadap bencana gempa di Cianjur.
Banyak publik yang menilai kalau Cianjur mendapatkan azab akibat kelakuan orang-orangnya, mulai dari wisata seks hingga LGBT.
"Banyak netizen, nih netizen kadang-kadang ngehe juga kurang ajar. Cianjur begitu karena azab, ada yang bilang wisata seks lah, kawin kontrak, LGBT, ini azab," ucap Deddy Corbuzier dalam Youtubenya, Jumat (2/12/2022).
Deddy kemudian bertanyakepada Habib Jafar tentang banyaknya pneilaian seperti. Deddy bertanya apakah memang benar ada azab yang diberikan seperti itu.
Dalam menimpali pertanyaan dari Deddy Corbuzier, Habib Jafar membenarkan kalau azab dari Tuhan itu memang ada. Lantas dia pun memberikan sebuah contoh sebelum menjawab soal pertanyaan tentang Cianjur.
"Jangan berdakwah tentang Tuhan kepada orang kelaparan. Mereka itu harusnya didakwah dengan tindakan, kasih makan dulu. Setelah dia kenyang baru 'bro, Tuhan itu ada lho'," kata Habib Husein Jafar Al Hadar.
Deddy menyimpulkan kalau apapun yang terjadi yang paling utama adalah memberikan pertolongan terlebih dahulu kepada mereka yang terkena bencana alam.
Baca Juga: Seorang Pria Warga Karang Pawitan di Garut Jadi korban Meninggal Gempa Cianjur
Habib Jafar membenarkan ucapan dari Deddy Corbuzier. Menurutnya membantu korban bencana adalah hal yang utama, baru setelah itu membahas tentamg apa yang terjadi, sebagai bahan intropeksi diri.
“Dan harus diomongin agar itu tidak terulang tapi tidak disaat genting,” kata Habib Jafar.
Menurutnya saat ini doa lebih dibutuhkan, dan beroarnya publik di media sosial tidak dibutuhkan.
"Saat ini kita itu tidak butuh bacot netizen, tapi mendoakan paling tidak. Mungkin juga hadir baik pikiran, tenaga, duitnya," terang Habib Jafar.
“Dan justru inilah yang akan menentukan apakah next-nya lu itu (omongan) akan didengar omongannya oleh mereka,” lanjut Habib Jafar.
Menurutnya jika tidak ada rasa menghakimi di awal kedepannya apapun yang diomongkan oleh seseorang tidak akan ditanggapi oleh orang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
7 Shio Paling Beruntung Februari 2026, Siapa yang Mendapat Rezeki Nomplok?
-
Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys
-
Purbaya Bocorkan Tugas Juda Agung, Wamenkeu Baru Pengganti Ponakan Prabowo
-
Apakah Tanggal 16 Februari 2026 Libur? Cek Jadwal Lengkap Long Weekend Imlek di Sini!
-
Novel Fantasi The Eternal Fool's Words of Wisdom Resmi Dapat Adaptasi Anime
-
10 Warna Lipstik Tren 2026, Pilihan Favorit dari Natural hingga Edgy
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gibran Turun Langsung ke Lokasi Tanah Bergerak di Tegal, Cek Kondisi Bencana dan Pengungsian
-
Muzani Pimpin Yel-yel di Senayan: Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Presiden Dua Periode!
-
Link Download Epstein Files Resmi, Cek Deretan Fakta Mengerikan di Sini