/
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Kanker Paru-paru yang menyerupai batuk biasa (Freepik)

SuaraCianjur.id - Cerita menyedihkan kali ini bukan datang dari Indonesia, melainkan dari Inggris.

Diketahui ada seorang wanita bernama Burner yang mengalami kejadian salah diagnosis.

Awalnya, Burner berbulan-bulan merasa sulit bernafas hingga batuk berdahak.

Setelah dites, Burner dinyatakan negatif virus COVID 19, sebab saat itu masih dalam masa pandemi.

Namun, batuknya terus berlanjut hingga dirinya mengalami pembengkakan di sekitar leher dan kelenjar getah bening.

Dokter mengira bahwa Burner hanya mengalami batuk biasa, sehingga dirinya diberikan obat sirup untuk meredakan gejala batuknya.

Ternyata, setelah berbulan-bulan menderita, Burner didiagnosis menderita kanker paru-paru thermal atau stadium akhir.

Penjelasan tentang kanker paru-paru

Burner menderita kanker paru-paru yang berawal dari batuk biasa (sumber: YouTube Kata Dokter)

Menurut WHO, kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling mematikan di Indonesia.

Prof. dr. Aru W. Sudayo menjelaskan bahwa pertumbuhan sel-sel yang tidak beraturan menyebabkan benjolan di dalam tubuh.

Baca Juga: Kabar Soal Dokter Gempa Cianjur Ditolak Sebagai Relawan Karena Non Muslim, Dipastikan Hoaks

Sehingga, benjolan di dalam tubuh ini akan merusak dan bisa menyebar kemana-mana.

Beliau juga menambahkan bahwa kanker paru-paru masih menyebar luas di Indonesia, karena penduduknya masih belum bisa terlepas dari rokok.

"Kanker yang paling banyak ditemukan pada laki-laki, karena Indonesia adalah masyarakat yang tidak bisa berhenti merokok," ungkap dr. Aru.

dr. Aru juga menambahkan bahwa pemerintah belum terlihat serius dalam penanganan peredaran tembakau, karena dinilai masih berpajak tinggi.

"Tapi itu akibatnya dia menjadi kanker nomor 1," lanjutnya.

Gejala kanker paru-paru menurut dr. Aru

Ilustrasi. Kanker paru-paru yang berawal dari merokok (sumber: Freepik)

Tak hanya menjelaskan penyebab kanker paru-paru, dr. Aru juga mengungkapkan gejalanya.

Load More