SuaraCianjur.id- Timnas Brasil menangis dan harus angkat koper dari Piala Dunia 2022 mereka terusir usai kalah dari drama adu penalti melawan Kroasia di babak perempat final.
Bermain di Education City Stadium di hari Jumat (9/12/2022) malam WIB, para pemain Brasil yang digadang-gadang menjadi juara dunia lesu dan lemas. Neymar sangat frustasi atas pencapaian tim asuhan Tite tersebut.
Saat ditanya apakah akan mendukung rekan setimnya di kub yakni Kylian Mbappe atau Lionel Messi, dia mengatakan tidak memihak keduanya.
“Itu sulit dibicarakan sekarang, akau lebih memilih diriku sendiri,” jelas Neymar yang menangis, seperti dilansir dari SportsMax, Sabtu (10/12/2022).
Neymar juga turut menyinggung penampilan Rodrygo. Dia sangat menyayangkan kalau tendangan dari pemain Real Madrid tersebut tidak menembus jala gawang Dominik Livakovic.
"Rodrygo adalah anak yang sangat muda, setiap kali ia datang saya selalu mengatakan kepadanya 'ini (penalti) adalah tanggung jawab saya, saya yang tertua’. Tapi dia sangat keluar dari kurva, dia adalah ace, dan dia ingin bertanggung jawab atas penalti. Sayangnya bola tidak masuk. Bukan hanya dia, tapi kita semua akan belajar dari ini,” kecewa Neymar.
Perasaan Neymar begitu buruk dibandingkan dengan masa lalu. Kendati demikian dia tetap memuji penampilan rekan-rekannya yang sudah tampil secara penuh dan maksimal.
Pada Piala Dunia 2018, Timnas Brasil juga gagal menembus babak perempatfinal usai kalah 1-2 dari Timnas Belgia.
"Perasaannya sangat buruk, dan lebih buruk hari ini daripada apa yang terjadi di masa lalu. Saya bangga dengan kepribadian mereka, mengambil penalti. Karakter mereka karena tidak mudah memikul tanggung jawab itu,” terangnya.
Speerit yang diketahui aksi jual beli serangan antara Brasil vs Kroasi begitu alot taka da gol yang tercipta selama 90 menit waktu normal. Pada babak tambahan Brasil bisa unggul dari Kroasia lewat gol Neymar, namun beberapa menit kemudian Kroasi berhasil menyamakan kedudukan hingga berujung adu penalti.
Dalam adu penalti pun Brasil tak mampu menaklukan Kroasi, akibat dua bola harus muntah keluar gawang. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Youssouf Fofana si Tukang Pizza Kini Berubah Menjadi Bintang Lapangan Timnas Prancis
-
Cristiano Ronaldo Jawab Tegas Kabar Angkat Kaki di Piala Dunia 2022, Pihak Luar Tak Mampu Pecah Belah Portugal
-
Fofana Geli Dengar Kyle Walker Bilang Mampu Matikan Kylian Mbappe saat Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2022
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang