/
Selasa, 13 Desember 2022 | 14:10 WIB
Bharada E hadir menjadi saksi bagi terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya,Putri Candrawathi. (Foto: Suara.com- Rakha)

SuaraCianjur.id- Ada perintah pertama dari Ferdy Sambo ketika Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat ditembak dan tewas. Bharada E alias Richard Eliezer diminta oleh Sambo untuk melakukan hal ini.

Ketika Brigadir J terkapar tewas bersimbah darah, Bharada E melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan hitam. Ferdy Sambo kata Bharada E, baru saja menembak beberapa peluru ke arah tembok.

Bharada E mengatakan kalau Sambo memarahi anak buahnya ketika Brigadir J tewas.

"Jadi pada saat itu Pak FS pakai sarung tangan hitam, baru habis ditembakkan, diletakkan. Berdiri Pak FSlalu berjalan ke arah kami, Yang Mulia. Terus teriak 'kalian tidak bisa jaga Ibu'," ucap Bharada E dalam ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (13/12/2022).

Dikatakan oleh Bharada E, dia memutuskan untuk keluar dari rumah lewat pintu belakang. Ketika itu Sambo memberikan perintah kepada Bharada E untuk memeriksa ponsel milik Brigadir J.

"Pas lewat di belakang saya ketemu Bang Ricky, Pak FS bilang 'Kau Cek itu HP nya'. Baru langsung jalan keluar yang mulia," terang Richard seperti dikutip dari Suara.com.

Bharada E juga mengatakan kalau Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J menggunakan senjata jenis Glock.

"Seingat saya Glock," ungkap Bharada E.

Bharada E juga mengatakan kalau suami dari Putri Candrawathi ini tampak menangis dan marah ketika menjelaskan skenario untuk mengeksekusi Brigadir J, di Duren Tiga tanggal 8 Juli 2022 lalu.

Baca Juga: Tak Peduli Kalau Diintimidasi Bharada E Pilih Duduk di Kursi Sidang, Langsung Hadapi Muka Ferdy Sambo

Bharada E membongkar adanya wanita yang keluar dari dalam rumah Ferdy Sambo. Cirinya dibeberkan oleh kuasa hukum Bharada E. (sumber: Foto: Suara.com- Rakha)

Saat itu kata Bharada E dia dipanggil oleh Sambo di rumah Saguling. Pada awalnya dia diberikan penjelasan kalau Brigadir J diduga sudah melakukan pelcehan kepada istrinya.

"Dia lihat ke sayaterus bilang 'Memang kurang ajar anak itu. Sudah menghina saya dia, dia sudah menghina harkat dan martabat keluarga saya'," terang Bharada E.

Sambo mengaku kepada Bharada E kalau Brigadir J sudah membuat martabat keluargnya hancur. Dia melihat kalau Sambo marah kemudian menangis.

"Baru dia pegang kerahnya, 'Nggak ada gunanya pangkat saya kalau keluarga saya dibeginikan'. Saya diam saat itu, serba salah juga, takut juga, Yang Mulia," ungkap Bharada E.

Kemudian setelah itu, barulah Ferdy Sambo menyatakan keinginannya untuk membunuh Brigadir J.

"Bapak nangis, marah, emosi, habis ngomong berhenti, nangis lagi, pokoknya saya sudah diam saat itu. Baru dia ganti posisi sambil bilang 'Memang harus dikasih mati anak itu'. Dia bilang begitu ke saya," ungkapnya. (*)

Load More