/
Senin, 19 Desember 2022 | 14:37 WIB
Terdakwa Kuat Maruf mengaku kalau dirinya melihat Bharada E menembak berulang kali ke Brigadir J meski sudah terkapar. (Foto: ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay)

SuaraCianjur.id- Pengakuan dari terdakwa Kuat Maruf dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, memberitahu sola gelagat dari Ferdy Sambo.

Usai penembakan terhadap Brigadir J hingga menyebabkan tewas bersimbah darah karena dihujam peluru, Kuat Maruf memberikan pengakuan soal Ferdy Sambo.

Kuat Maruf mengatakan dalam sidang kalau dirinya sangat takut dengan gelagat dari suami Putri Candrawathi. Bahkan di waktu berbeda, Kuat Maruf pernah memberkan analogi tentang rasa takutnya ketika merasakan gemetaran pada bagian lutut kaki.

Melansir dari Suara.com, Senin (19/12/2022) dalam persidangan hari Selasa (13/12) lalu, Kuat Marif diperiksa sebagai saksi bersama Bripka Ricky Rizal. Kuat diperintahkan oleh Sambo untuk memanggil Bripka Ricky.

"Wat, Yosua mana sama Ricky? Panggil," kata Kuat menirukan instruksi Sambo.

Kuat Maruf pun memanggil Bripka Ricky sesuai dengan perintah dari Ferdy Sambo. Ketika di dalam bersama Brigadir J dan Bripka RR, Kuat bersaksi kalau Ferdy Sambo langsung meluapkan kemarahannya.

Sambo menyebut kalau Brigadir J adalah sosok yang sudah kurang ajar dan tega menjatuhkan martabat keluarga Sambo.

"Terus Yosua (jawab) 'Apa?' kalau nggak salah bahasanya seperti itu, terus Bapak teriak 'Hajar Chad! Hajar Chad!' ditembak langsung Yosua. Setelah ditembak, nggak tahu berapa kali tembakan, Yosua jatuh telungkup," jelas Kuat Maruf.

Ketika itulah gelagat Ferdy Sambo membuat dirinya ketakutan sampai gemetaran, karena dirinya melihat mantan Kadiv Propam Polri itu menoleh langsung ke arah belakang, dibarengi dengan tatapan marah sebelum mengambil senjata dari Brigadir J yang Sudha terkapar.

Baca Juga: Poin Ini Kuat Maruf Dinilai Bohong saat Dilakukan Tes Poligraf, Pembelaan Diri Bikin Tertawa

"Setelah itu Bapak, yang tadi saya bilang, nengok ke belakang gitu kayak 'Lho, lho, lho, siapa lagi yang mau ditembak?' Saya sempat ketakutan pada waktu itu," jelas Kuat.

Ketua Majelis Hakim sidang, Wahyu Iman Santoso kembali bertanya apakah Sambo memegang senjata ketika menoleh ke arah belakang.

"Seingat saya belum. Lalu Bapak maju ke depan baru nembak-nembak (tembok) itu tadi," kata Kuat. (*)

Sumber: Suara.com 

Load More