SuaraCianjur.id- Dugaan pemerkosaan yang disebut Putri Candrawathi dilakukan oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, tak bisa menjadi motif pembunuhan yang kuat.
Hal ini dikatakan oleh Ahli Hukum Pidana bernama Chudry Sitompul. Dia sependapat dengan saksi ahli kriminolog soal dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi itu.
Chudry mengatakan, tentang perbedaan pembunuhan biasa dengan pembunuhan berencana dalam kasus kematin Brigadir J.
Dijelaskan Chudry perbedaan pertama yakni bila ada sebuah peristiwa sebelumnya yang terjadi antara pelaku dengan korban. Maka hal itu bisa menjadi penyebab timbulnya pemunuhan berencana.
Lalu yang kedua menurutnya dijelaskan soal adanya waktu yang sangat cukup bagi pelaku, dalam memikirkan hingga mempersiapkan modus hingga bagaimana caranya untuk melakukan pembunuhan kepada korban.
Maka jika dua hal itu kata Chudry terpenuhi, sudah bisa dinyatakan sebagai sebuah pembunuhan berencana.
Tapi kalau ditambah dengan hal ketiga dengan melibatkan banyak pihak, termasuk mereka yang ikut menutupi kejadian dari sebuah pembunuhan, maka sudah bisa dipastikan hal itu termasuk kepada pembunuhan yang direncanakan.
"Saya kira dari ketiga rumus ini, sebenarnya kita dari keterang-keterangan saksi yang sebelumnya, sudah cukup menyatakan surat dakwaan yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum itu sudah terbukti memenuhi unsur pembunuhan berencana," kata Chudry Sitompul dikutip dari Suara.com dari tayangan tvOneNews, Rabu (21/12/2022).
Menurut Chudry kalau dalam perumusan KUHP memang tidak disebutkan tentang hal 'berencana' itu. Tapi hal itu nantinya akan diserahkan kepada Majelis Hakim prsidangan.
Dengan melihat putusan hakim terdahulu, menurut Chudry rumusan yang dia katakan memang sudah memenuhi kepada rumus soal pembunuhan berencana.
Soal tentang motif pembunuhan di balik kasus pembunuhan Brigadir J, dikatakan oleh Chudry memang setiap kejahatan pasti ada motifnya.
Berkaitan dengan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ini, Chudry melihat kalau motifnya sudah terungkap.
"Nah motifnya ini ya itu sebenarnya sudah bisa terungkap, bahwa walaupun itu tidak jelas tapi sudah terungkap sebenarnya, ada sebab akibat antara korban dengan pelakunya dan saya kira itu paling dekat," kata Chudry.
Yang membuat sulit dari kasus ini adalah terkait dengan bukti-bukti pembunuhan yang sudah dikaburkan oleh pelaku. (*)
Berita Terkait
-
Tatapan Mengerikan Ferdy Sambo Diungkap Kuat Maruf Sambi Lutut Bergetar: Siapa Lagi yang Mau Ditembak
-
Ferdy Sambo Jelaskan Surat yang Pernah Dibuat soal Keterlibatan Anak Buah, Kini Bingung Cara Menebus Dosa
-
Ferdy Sambo Akui di Depan Hakim Skenario Buyar Berantakan saat Sosok Ini Terkeman Kamera CCTV
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas