SuaraCianjur.id- Kuasa Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sempat membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) kesal. Hal ini terjadi akibat pertanyaan yang dilontarkan oleh Febri Diansyah dalam ruang sidang.
Melansir dari tayangan KOMPAS TV, hal itu terjadi dalam sidang yang digelar pad ahari Selasa (27/12) kemarin, ketika pihak dari Ferdy Sambo menghadirkan saksi ahli Guru Besar Ahli Hukum Pidana Universitas Andalas.
Dalam sidang yang digelar di Pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan, Febri bertanya ke ahli yang mengandaikan kalau Jaksa dinilai tidak mampu membuktikan motif dari dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Bagaimana jika Jaksa Penuntut Umum saya tidak menyimpulkannya JPU ya, bagaimana jika Jaksa Penuntut Umum gagal membuktikan motif dalam pembunuhan perkara?" kata Febri Diansyah.
Dengan pertanyaan itu sontak membuat Jaksa menyela, karena dirasa kalau kuasa hukum Ferdy Sambo seperti menuding JPU yang gagal membuktikan motif dari kasus yang sedang berjalan itu.
"Izin Yang Mulia, ini pertanyaan penasehat hukum ini mengatakan tidak menyimpulkan, tetapi menyebutkan Jaksa tidak membuktikan," kata seorang Jaksa.
Kemudian Majelis Hakim sidang lalu melerai Jaksa dan Kuasa Hukum Sambo. Hakim emminta kepada Jaksa untuk menyampaikan hal itu dalam agenda tuntutan nanti
"Jika seandainya dalam hal saya tambahkan biar lebih jelas bagi teman-teman Jaksa Penuntut Umum. Bagaimana jika, JPU gagal membuktikan motif dalam pembunuhan perkara ini?" kata Febri Diansyah.
Saksi ahli yang dihadirkan akan menjawab kemudian Jaksa langsung menyela kembali. Mereka merasa keberatan atas pertanyaan dari pihak Sambo.
"Izin bapak, sebelum dijawab oleh ahli. Bagaimana penasehat hukum bisa memikirkan bahwa kami ini gagal membuktikan," Tanya kembali Jaksa kepada Kuasa Hukum Ferdy Sambo.
"Jika," timpal Kuasa Hukum Sambo.
Jaksa mengatakan kalau Kuasa Hukum Sambo hanya membentuk sebuah opini dengan menggunakan kata ‘jika’.
"Itu kan artinya kamu membentuk opini. Bertanya saja sesuai dengan keahliannya," kata jaksa.
Kuasa Hukum samboi membela diri kalau Majelis Hakim tidak melarang pihaknya untuk mempertanyakan hal itu.
Hakim dalm hal ini kembali melerai dan meminta kepada saksi ahli untuk menjawab.
Elwi Danil yang hadir sebagai saksi ahli itu menjelaskan kalau motif bukanlah bagian dari inti delik, jadi secara mandiri motif tidak perlu dibuktikan.
"Akan tetapi adalah sesuatu hal yang tidak masuk akal pada ketika kita harus membuktikan unsur kesengajaan tanpa melihat pada motif. Sehingga demikian, motif itu menjadi sesuatu hal yang penting untuk membuktikan unsur kesengajaan," terang Elwi Danil.
Elwi juga mengatakan soal pertanyaan dari Febri yang menyoal kalau saja Jaksa gagal membuktikan motif perkara dibalik kasus dugaan pembunuhan berencana ini, maka hal itu dinilai bukan tidak mampu membuktikan tapi membuktikan kesengajaannya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Ahli Hukum Sebut Kasus Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Penuhi Unsur Pembunuhan Berencana, Motifnya Dijelaskan
-
Bantah Pakai Sarung Tangan Ferdy Sambo Pegang Senjata Brigadir J Tak Ada Jejak DNA, Kejebak Skenario Sendiri
-
Brigadir J Tewas Dihujam Peluru Gara-gara Informasi Salah dari Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring