/
Rabu, 28 Desember 2022 | 07:50 WIB
Ilustrasi KRL. Anak buah Jokowi, Budi Karya Sumadi mengatakan penumpang KRL akan dipasahkan antara si kaya dan si miskin. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)

SuaraCianjur.id - Anak buah Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Budi Karya Sumadi mengatakan akan ada skema pemisahan antara warga miskin dan kaya yang akan menggunakan jasa angkutan KRL.

Menteri Perhubungan atau Menhub, Budi Karya Sumadi mengatakan hal itu saat mengatakan soal tarif KRL di tahun 2023 mendatang. 

Secara umum kata dia, tarif KRL pada 2023 sama sekali tidak akan ada kenaikan untuk tahun 2023 nanti.

Namun dijelaskannya, akan ada skema baru dalam tarif KRL ke depannya.

"Kalau KRL nggak naik. Insya Allah 2023 tidak naik," ujar Menhub di Jakarta, Selasa (27/12/2022).

Dalam skema yang akan disiapkan nanti, akan ada pemisahan antara penumpang KRL mampu dengan tidak mampu. 

Untuk memisahkan hal itu dijelaskannya, akan diatur melalui tiket kartu.

Namun, terkait hal itu Menhub tidak merinci kembali tentang pemisahan calon penumpang yang dibedakan antara si kaya dan si miskin.

"Jadi, yang kemampuan finansialnya tinggi harus bayar lain. Average, sampai 2023 nggak naik," jelas dia.

Baca Juga: Stres Gegara Luna Maya Ikut Campur, Denise Chariesta Berikan Peringatan: Jangan Urusi Hidup Denise

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Mohamad Risal Wasal menjelaskan akan ada subsidi terbatas yang bakal diterapkanvia kartu.

Dia berasalan, pemisahan si miskin dan si kaya di KRL agar subsidi negara melalui Kementerian Perhubungan bisa tepat sasaran ke yang membutuhkan.

"Nanti kita pakai data Kemendagri. Yang kaya ya bayar sesuai aslinya, yang kurang mampu itu nanti dapat subsidi," imbuh dia. (*)

Load More