SuaraCianjur.id- Usai dijatuhi vonis bebas oleh Majelis Hakim, Nikita Mirzani membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal kasus dari Dito Mahendra.
Dito adalah orang yang sempat menjebloskan Nikita ke dalam balik jeruji besi.
Terbaru jika Nikita Mirzani mengunggah sebuah potongan video konferensi pers KPK, yang sedang mencari Dito Mahendra.
"Dito Mahendra dulu ya. DM ini juga sekalian pada rekan-rekan, kami juga sedang mencarinya. Kalau rekan-rekan ketemu, kabari kami ya," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, seperti dilihat dalam akun Instagram Nikita Mirzani, Jumat (6/1/2023).
KPK sudah beberapa kali mengundang Dito Mahendra untuk datang, namun tidak pernah digubris.
"Memang sudah dipanggil juga beberapa kali. Perkaranya ya begitu di persidangan Banten juga nggak hadir, alasannya ke sini. Di sini juga nggak hadir. Alasannya ke sana gitu. Kita lagi coba cari," katanya.
Dalam unggahannya itu, Nikita Mirzani pun memberikan saran kepada KPK soal keberadaan Dito Mahendra. KPK lebih baik menanyakan hal itu kepada kekasihnya yakni Nindy Ayunda, termasuk para rekannya.
"Ditoooooo Di cariin @official.kpk tuh. Bapak-bapak di KPK yang terhormat, kalau mau tau Dito dimana coba tanya pacarnya itu sih Nindy dan teman-temannya," jelas Nikita Mirzani.
Soal keberadaan Dito Mahendra kata Nikita juga ada baiknya kalau KPK turut meminta bantuan kepada netizen, terkait posisinya berada di mana sekarang.
Baca Juga: 3 Tahun Memburu Buronan Suap Harun Masiku, Keberadaan Terungkap! KPK Lakukan Ini
"Atau klo mau lebih akurat lagi tanya @pujiyanto_ajie. Kalau mentok tanya sama netizen sekalian pak," jelas Nikita.
Dito Mahendra memang tidak pernah hadir dalam persidangan Nikita Mirzani ketika diadili di Pengadilan Negeri Serang, Banten, beberapa waktu lalu.
Hingga akhirnya Nikita dinyatakan oleh Hakim bebas karena Dito tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan