SuaraCianjur.id- Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Maruf mengklaim dirinya telah dimanfaatkan oleh penyidik.
Kuat Maruf bahkan mengaku dengan situasi tersebut, dia sampai tidak paham dengan tudingan kalau dia bersekongkol dengan Ferdy Sambo, merencanakan pembunuhan kepada Brigadir J.
Kuat Maruf menyampaikan hal itu dalam sidang dengan agenda pembacaan Pledoi atau Nota Pembelaan atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).
Seperti yang diketahui kalau Kuat Maruf dituntut delapan tahun penjara, karena dinilai terbukti ikut serta dalam merencakan pembunuhan.
"Saya akui Yang Mulia saya ini bodoh. Saya dengan mudah dimanfaatkan oleh penyidik, untuk mengikuti sebagian BAP dari Richard,” kata Kuat Maruf di kursi pesakitan.
Menurut Kuat Maruf, dia tetap bersedia untuk ikut dalam proses hukum dalam persidangan. Namun Kuat Maruf mengaku kalau dirinya tidak tahu tentang kesalahan dirinya dalam kasus yang menjeratnya.
Bahkan Kuat Maruf mengaku kalau Brigadir J adalah orang yang baik, yang telah menolongnya. Maka dari itu, Kuat secara tegas mengatakan kalau dirinya bukanlah orang sadis yang tega untuk membantu membunuh Brigadir J.
"Demi Allah saya bukan orang sadis, tega, dan tidak punya hati untuk ikut membunuh orang. Apalagi orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," ungkapnya.
Kuat bingung dengan tudingan dari Jaksa yang mengatakan kalau dirinya turut terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersbeut.
Baca Juga: Kuat Maruf Bawa Surat Ar-Rahman di Sidang Bersumpah Bukan Orang Sadis, Akui Brigadir J Orang Baik
Bahkan Kuat mengatakan tidak mengetahui soal nasib Brigadir J di hari kematiannya, Jumat (8/7) lalu.
Saat Kuat Maruf tidak bekerja selama dua tahun lamanya, Brigadir J pernah menolong dirinya untuk membayar sekolah anaknya.
"Saat saya dua tahun tidak bekerja dengan Bapak Ferdy Sambo, almarhum Yosua pernah membantu saya dengan rezekinya. Karena pada saat itu, anak saya belum bayar sekolah," kata Kuar Maruf mengakui. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun