/
Jum'at, 17 Februari 2023 | 08:45 WIB
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah. ((Suara.com/Ria Rizki))

"Meskipun publik sebetulnya terdampak, misalnya saja bagaimana berkaitan dengan penjagaan lingkungan, belum lagi konglomerasi hutan dana lain-lain, semuanya terdampak. Cuman masyarakat tidak mengetahui itu," lanjutnya.

Pencopotan Tak Kunjung Dilakukan

Oleh karena itu menurut Dedi, Jokowi sudah tidak perlu mencari-cari alasan untuk mencopot para menteri yang berasal dari kader Nasdem.

"Artinya presiden untuk melakukan reshuffle pada menteri-menteri Nasdem itu jauh-jauh hari sudah memiliki alasan, tapi itu (pencopotan menteri) tak kunjung dilakukan," sebutnya.

Namun, jika hal itu kemudian dilakukan dengan dinamika politik antara Jokowi dengan Nasdem, Dedi mengkhawatirkan menjadi bumerang. 

Publik bisa saja berbalik memberikan simpati ke Nasdem jika Jokowi mengambil langkah tersebut, karena dinilai disudutkan usai mendukung Anies.

"Nah itu yang dikhawatirkan tadi, justru yang seharusnya benar dilakukan presiden, karena momentumnya tidak tepat, atau terlambat, justru malah Nasdem bisa mendapatkan simpati publik," tandasnya. (*)

Sumber: Suara.com

Load More