/
Rabu, 22 Februari 2023 | 10:32 WIB
Ilustrasi Flexing di media sosial (Pexels/cottonbro)

SuaraCianjur.id - Flexing adalah tindakan memamerkan atau menunjukkan kekayaan atau prestasi seseorang dengan cara yang sombong atau arogan. Fenomena ini sering terjadi di kalangan anak muda, terutama di media sosial, di mana mereka berlomba-lomba menunjukkan barang-barang mewah atau kegiatan yang mengesankan. Namun, apa yang mendorong seseorang untuk melakukan flexing?

Menurut psikolog sosial, Dr. Art Markman, flexing bisa menjadi cara untuk mengekspresikan identitas dan status sosial seseorang.

"Orang sering kali ingin menunjukkan bahwa mereka sukses dan memiliki sesuatu yang orang lain tidak miliki," ujarnya.

Hal ini didukung oleh penelitian yang menemukan bahwa orang cenderung memamerkan prestasi mereka sebagai cara untuk meningkatkan harga diri dan merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Namun, fenomena flexing juga dapat dipengaruhi oleh tekanan sosial dan budaya populer.

"Kita hidup di dunia yang sangat terobsesi dengan konsumsi dan status sosial, Media sosial membuat orang merasa perlu menunjukkan kekayaan atau prestasi mereka untuk mendapatkan pengakuan dan persetujuan dari orang lain." kata Dr. Markman

Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, keinginan untuk flexing dapat terkait dengan tingkat ketidakamanan seseorang. Orang yang merasa tidak aman dalam dirinya mungkin mencari kepuasan dengan menunjukkan kekayaan dan prestasi mereka kepada orang lain. 

Meskipun ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa suka flexing, Dr. Markman mengingatkan bahwa perilaku ini dapat merusak hubungan sosial dan bahkan berdampak negatif pada kesehatan mental.

"Flexing bisa membuat orang merasa iri dan tidak nyaman. Hal ini dapat merusak hubungan sosial dan menciptakan tekanan yang tidak sehat pada diri sendiri dan orang lain." kata Dr. Markman.

Baca Juga: Bahas Peluang Hukuman Mati Ferdy Sambo, Mahfud MD Duga Ferdy Sambo Akan Meninggal di Penjara

Dalam era sosial media, fenomena flexing tampaknya semakin merajalela, tetapi penting bagi kita untuk mengingat bahwa kekayaan dan prestasi tidak selalu menentukan nilai seseorang. Sebagai gantinya, kita harus berfokus pada nilai-nilai yang lebih penting seperti kejujuran, empati, dan integritas untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan berkelanjutan. (*)
 

Load More