SuaraCianjur.id - Masih mencari jawaban bagaimana caranya menjalankan hidup sehat bebas penyakit? Kalian bisa mencoba "ilmu keseimbangan" dari Dokter Zaidul Akbar berikut ini.
Ilmu keseimbangan adalah sebuah teori di mana setiap manusia di bumi memiliki kondisi tubuh yang sudah diatur agar komponen-komponen di dalam tubuh saling menutupi, hingga menjalankan fungsi tubuh dengan seimbang.
"Saya kasih satu ilmu yang sangat bermanfaat untuk Anda. Ilmu ini namanya ilmu keseimbangan. Setiap orang yang dilahirkan ke muka bumi ini kondisinya selalu seimbang," terang Pakar kesehatan herbal, Zaidul Akbar dalam potongan video yang diupload di YouTube dr. Zaidul Akbar Official, Senin (6/3/2023).
Ilmu keseimbangan yang dimaksud dokter Zaidul Akbar adalah membagi sistem tubuh alami manusia menjadi dua bagian. Kedua bagian tersebut adalah golongan Hipo dan Hiper.
Apa yang dimaksud Hipo dan Hiper?
Hipo, menurut penjelasan Zaidul Akbar adalah golongan orang-orang yang punya kondisi sistem tubuh serba "rendah" dan kekurangan.
Sementara di sisi lain, Hiper adalah golongan sebaliknya, di mana orang yang termasuk ke dalam golongan Hiper memiliki kondisi sistem tubuh serba "tinggi" dan berlebih.
"Hipo dan Hiper ini, dia melingkupi semua sistem secara umum dalam tubuhnya. Contohnya, kalau dia dilahirkan dalam kondisi tekanan darahnya rendah, sampai mati pun tekanannya pasti rendah. Begitu pula sebaliknya," ucap Zaidul Akbar.
Ia mengemukakan, ketika seseorang memiliki sistem tubuh hipo, seluruh kadar dan takaran yang mengatur sistem di dalam tubuhnya pasti di bawah standar orang kebanyakan.
Contohnya, tekanan darah golongan hipo pasti selalu di bawah standar atau hipotensi. Jika konteksnya asam lambung, ia akan selalu merasa lapar karena kurangnya asam lambung yang dimiliki.
Baca Juga: Info Tiket KAI Mudik Lebaran 2023, Ini Syarat dan Cara Belinya, Mudah dan Praktis!
"Ketika dia hipo, maka seluruh sistemnya hipo. Jika dia hipotensi, maka tekanan darahnya pasti di bawah standar. Jika dia hipo asam lambung, dia akan lapar terus," terang Zaidul Akbar.
Hal ini pula yang membuat masalah lambung tidak serta merta bisa dipukul rata sebagai sakit maag. Jika dalam kasus golongan hiper dia kelebihan asam lambung, maka bagi hipo adalah sebaliknya.
Masalah Lambung Tidak Selalu Maag
Makanya, kata Zaidul Akbar, tidak tepat juga menyarankan kepada orang hipo untuk mengonsumsi obat anti-maag yang biasanya berkhasiat mengurangi asam lambung. Pun juga terkait pilihan makanan.
"Makanya sebenarnya untuk soal pilihan makanan, kita harus bedakan dari dua kelompok ini. kalau orang hipo, dia nggak kuat kalau perutnya kosong," ungkap Zaidul Akbar.
"Berarti kalau dia bermasalah di lambung, sebenarnya bukan karena asam lambung berlebih. Justru malah dia asam lambungnya kurang, makanya dia nggak cocok mengonsumsi obat yang menurunkan asam lambung," sambungnya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Wanita Usia 20an Wajib Jaga BB, Ini Penyebab Tumor Rahim atau Miom, Salah Satunya Obesitas
-
Akibat Fatal Simpan Rasa Dendam Kesumat Buruk Bagi Kesehatan Mental, Selalu Waspada dan Hidup Tidak Nikmat
-
Bekas Jerawat: PIE vs PIH, Apa Perbedaannya dan Cara Mengatasinya
-
Dokter Zaidul Akbar Sarankan Pola Makan 'Clean Eating', Ini 7 Cara Memulainya
-
Inilah Obat Miom Ala dr Zaidul Akbar, Disebut Paling Powerful dan Mudah Ditemukan, Apa Itu?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan