/
Jum'at, 10 Maret 2023 | 09:45 WIB
pertemuan Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dengan delegasi Arab Saudi. Membahas aplikasi Saudi Visa Bio untuk calon jemaah haji Indonesia (Dok. Kemenag)

SuaraCianjur.Id- Pihak otoritas Arab Saudi dan Kementerian Agama (Kemenag) baru saja mengumumkan tentang kesepakatan penggunaan aplikasi 'Saudi Visa Bio' untuk semua jemaah haji Indonesia 1444 H/2023 M.

Aplikasi ini diperuntukkan kepada seluruh jemaah haji untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.

Aplikasi Visa Bio berfungsi untuk membantu proses penerbitan visa melalui pendaftaran fitur biometrik wajah, sidik jari dan fotokopi paspor.

Keputusan ini sudah final dan sepakat dalam pertemuan antara Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dan delegasi Arab Saudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Kuningan, Jakarta pada Kamis (9/3/2023).

Delegasi Arab Saudi membawa perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, , General Authority of Civil Aviation (GACA), Kementerian Dalam Negeri, Wukala, serta tim Visa Bio dan tim Makkah Route.

Delegasi tersebut dipimpin bersama Abdurrahman Al Bijawi dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dalam pertemuan ini dihadiri oleh Dirjen PHU Hilman Latief. Dan, Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab beserta jajarannya juga ikut mendampingi.

Dalam pertemuan itu, Kemenag menjelaskan kepada delegasi dari Arab Saudi terkait aplikasi bernama 'Saudi Visa Bio' ini bisa dimanfaatkan para jemaah haji untuk melakukan pendaftaran mandiri.

Dengan kata lain, para jemaah sudah tidak perlu lagi mengunjungi kedutaan dan konsulat Arab Saudi, maupun pusat penerbitan visa di Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Safe Deposit Box? Brankas Rahasia Tempat Rafael Alun Sembunyikan Rp 37 Miliar

Dikutip dari Suara.com, "Penggunaan aplikasi 'Saudi Visa Bio' akan diterapkan pada seluruh jemaah haji Indonesia tahun 1444 H/2023 M untuk memberikan kemudahan dan kecepatan pemeriksaan jemaah saat datang di bandara Arab Saudi," jelas Dirjen PHU Hilman Latief di Jakarta.

Kini, aplikasi tersebut sudah bisa di unduh oleh calon jemaah haji melalui Playstore untuk Android dan App Store untuk Iphone.

"Aplikasi ini dapat diunduh melalui gawai masing-masing jemaah dan seluruh identitas, termasuk sidik jari dan wajah jemaah direkam pada aplikasi tersebut," tambahnya.

Selain membahas aplikasi Visa Bio, rapat koordinasi Kemenang dan Saudi itu pun menghasilkan hal lain yaitu keputusan terkait implementasi Mecca Route atau fast track.

Tahun ini, layanan fast track akan kembali terlaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), bagi jemaah haji yang berasal dari DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.

"Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, pihak Saudi meminta fasilitas ruang tunggu fast track Bandara Soetta yang lebih luas dan akses yang lebih mudah," ujar Hilman.

Load More