SuaraCianjur.Id- Beberapa waktu lalu, terungkap fakta baru dalam kasus tabrak lari yang menewaskan Selvi Amalia Nuraeni (19), seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana, Cianjur, di Jalan Raya Bandung, Kampung Sabandar, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Yudi Junadi, ketua tim pengacara dari tersangka Sugeng, baru saja mengungkapkan fakta baru dalam kasus tabrak lari yang menyebabkan Selvi Amalia Nuraeni meninggal dunia.
Menurut Yudi, bukan mobil sedan Audi A6 warna hitam dengan nomor polisi B 1482 QH yang dikendarai oleh Sugeng yang menabrak korban, melainkan dugaan kuat bahwa mobil Pajero warna hitam dengan plat nomor dinas polisi yang melakukan perbuatan tersebut.
Yusandi (49), sopir angkot yang berada tepat di depan sepeda motor korban, mengungkapkan fakta tersebut.
Korban jatuh dan tewas terlindas mobil yang diduga bukan mobil sedan Audi A6 warna hitam bernomor polisi B 1482 QH yang dikemudikan oleh tersangka Sugeng, melainkan mobil Pajero warna hitam dengan plat nomor dinas polisi.
"Berdasarkan keterangan itu, kami melakukan penelusuran terhadap mobil Pajero yang diduga menjadi penabrak Selvi Amelia Nuraeni hingga tewas di lokasi kejadian," ungkapnya.
Yudi menyatakan bahwa berdasarkan keterangan tersebut, mereka melakukan penyelidikan terhadap mobil Pajero yang diduga menabrak Selvi Amalia Nuraeni hingga menyebabkannya meninggal di lokasi kejadian.
Polisi tidak memeriksa sopir angkot yang menjadi saksi kunci dalam kasus tabrak lari di Cianjur yang menewaskan Selvi Amalia Nuraeni (19).
Dalam kejadian tersebut, terungkap bahwa Selvi terlebih dahulu terjatuh di belakang mobil angkutan kota yang mengerem mendadak.
Baca Juga: Penuh Haru, Moeldoko Antarkan Sang Istri ke Tempat Peristirahatan Terakhir
Tubuh Selvi kemudian terjatuh ke tengah jalan dan motornya terjatuh di sisi kiri jalan di belakang angkot, sebelum akhirnya terlindas mobil yang berlawanan arah. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram FAKTANYAGOOGLE
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim