Penelitian telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan perbedaan dalam otak orang dengan ADHD, seperti area otak tertentu yang mungkin lebih kecil pada orang dengan ADHD dan ketidakseimbangan dalam tingkat neurotransmitter di otak.
Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami secara pasti penyebab dan mekanisme terjadinya ADHD.
Gejala
ADHD adalah sebuah kondisi perkembangan saraf yang kompleks yang dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk berfungsi secara efektif dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di sekolah, di tempat kerja, dan di rumah.
Gejala ADHD dapat bervariasi tergantung pada usia individu, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Terkadang, gejalanya sulit dikenali. ADHD biasanya didiagnosis pada anak-anak atau remaja, dengan usia rata-rata 7 tahun.
Namun, pada beberapa kasus, orang dewasa dengan ADHD mungkin telah menunjukkan gejala sejak anak-anak atau remaja, namun tidak terdiagnosis hingga kemudian.
Hal ini bisa mengakibatkan penundaan dalam melakukan diagnosa.
Diagnosis
Untuk mendiagnosis ADHD, dokter akan melakukan beberapa langkah yang tidak hanya melihat anak yang sangat aktif saja. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis ADHD:
Baca Juga: Punya Selera Humor Tinggi, 4 Zodiak Ini Memilih Pasangan yang Humoris
1. Mengambil riwayat perjalanan penyakit pengidap, riwayat penyakit pada keluarga, dan catatan sekolah pengidap.
2. Melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan psikologis oleh dokter ahli yang berkaitan dengan kondisi pengidap.
3. Melakukan wawancara atau kuesioner terhadap anggota keluarga, guru, pengasuh, atau orang yang mengenal pengidap dengan baik.
4. Melakukan beberapa tes gambar dan tes laboratorium untuk mencari penyebab lain yang mungkin menjadi faktor penyebab ADHD.
Pengobatan
Walaupun sampai saat ini belum ada penyembuhan untuk ADHD, namun penting untuk segera melakukan penanganan untuk membantu pengidap beradaptasi dengan penyakitnya agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan Indiake Runway Jakarta
-
Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Mirip Jo Malone English Pear & Freesia, Harga Lebih Terjangkau
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Gelar Manchester City Bukan Jaminan Juara, Pep Guardiola Tuntut Fokus Penuh Lawan Bournemouth
-
Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe
-
Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi