- Amien Rais mengkritik penunjukan Mayor Teddy sebagai Sekretaris Kabinet karena dianggap kurang memiliki pengalaman dalam tata negara.
- Struktur Kabinet Merah Putih dinilai terlalu besar dan berpotensi tidak produktif serta membebani anggaran negara secara signifikan.
- Amien mendorong Presiden Prabowo segera melakukan evaluasi menyeluruh dan reshuffle kabinet guna memperkuat soliditas pemerintahan ke depan.
Suara.com - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik tajam terhadap komposisi Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menyoroti sejumlah hal, mulai dari penempatan personel di lingkaran inti Istana hingga ukuran kabinet yang dinilai terlalu besar dan tidak produktif.
Salah satu yang disorot Amien adalah posisi Sekretaris Kabinet yang kini dijabat Mayor Teddy Indra Wijaya. Menurutnya, penunjukan seorang perwira menengah untuk posisi strategis pemerintahan menimbulkan tanda tanya di kalangan internal militer.
“Saya kira 95 persen perwira tinggi TNI AD, AL, dan AU melihat ada keganjilan. Seorang mayor yang saya kira miskin pengalaman ketatanegaraan, miskin pengalaman bagaimana mengurus pemerintahan bangsa sebesar ini, kemudian dijadikan manusia andalan Pak Prabowo,” ujar Amien Rais dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (18/5/2026).
Selain menyoroti figur di lingkaran inti Istana, Amien juga mengkritik struktur Kabinet Merah Putih yang dinilainya terlalu “gembrot”. Ia khawatir jumlah menteri yang besar justru tidak sebanding dengan efektivitas kerja pemerintah dan hanya membebani anggaran negara.
“Pak Prabowo harus melakukan reorientasi kembali terhadap Kabinet Merah Putih yang gembrot dan tidak produktif. Kalau memang tidak mutu ya jangan hanya grudak-gruduk menambah dana dan mengeluarkan uang lagi,” tegasnya.
Amien meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para menteri, baik yang dianggap sebagai titipan pemerintahan sebelumnya maupun pilihan Presiden sendiri. Menurutnya, figur yang dinilai tidak berkualitas sebaiknya segera diganti.
Mantan Ketua MPR RI itu juga menegaskan bahwa reshuffle kabinet bukanlah tanda kelemahan seorang pemimpin. Justru, kata dia, keberanian mengakui kesalahan adalah ciri pemimpin besar.
“Tidak usah malu. Orang yang berjiwa besar adalah orang yang berani mengakui kesalahannya. Bukan berarti kalau mengakui kesalahan lalu jadi pemimpin tempe. Justru orang yang berani mengakui kesalahan itu pemimpin yang betul-betul pemimpin,” ujarnya.
Sebagai solusi, Amien mendorong agar dilakukan reshuffle besar-besaran demi memperkuat soliditas pemerintahan Prabowo yang baru berjalan.
Baca Juga: Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI
“Waktu masih banyak. Dengan optimisme seperti itu sambil jangan lupa orang beragama juga mengharapkan hidayah dan petunjuk dari Yang Di Langit, maka pemerintahan akan menjadi lebih solid lagi,” pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penantian 50 Tahun! Lahan Bumi Tridharma Pondok Labu Akhirnya Diusulkan Masuk Skema TORA
-
Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir
-
Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?
-
Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
-
Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat
-
Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?
-
Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran
-
Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar
-
Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas