SuaraCianjur.id- Ada perbedaan dari data yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ke Kementerian Keuangan dan Menko Polhukam.
Hal itu dikatakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya perbedaan data tersebut menurut Sri Mulyani harus segera diluruskan oleh kepala PPATK.
Menurutnya Ivan Yustiavandana harus segera meluruskan hal tersebut kepada publik dan Kementerian Keuangan, terkait dengan persoalan data yang menyebutkan ada transaksi senilai Rp 300 triliun.
"Terkait data PPATK Rp 300 Triliun transaksi mencurigakan sampai siang ini, saya belum pernah menerima data dari PPATK. Informasi yang disampaikan PPATK ke Menkeu/Kemenkeu tidak sama dengan yang disampaikan kepada Pak Mahfud dan yang disampaikan ke APH," kata Sri Mulyani dikutip dari akun Instagramnya, Senin (13/3/2023).
Sri Mulyani meminta kepada Kepala PPATK, untuk memberikan penjelasan terkait dengan perbedaan data tersebut supaya tidak terjadi simpang siur.
"Pak Ivan Yustiavandana Kepala PPATK perlu menjelaskan data tersebut ke masyarakat, agar tidak simpang siur," lanjut Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan kalau Kemenkeu menerima data transaksi mencurigakan milik Rafael Alun Trisambodo, hanya senilai Rp50 sampai Rp 125 juta. Itu berhasil dihimpun terhimpun dari empat rekening tahun 2016 sampai tahun 2019.
Sementara, untuk data yang disampaikan oleh PPATK tentang transaksi fantastis yang dilakukan Rafael Alun Trisambodo senilai Rp 300 miliyar, belum diterima.
"Sementara Informasi PPATK tentang RAT yang dikirim ke pak Mahfud dan APH sejak 2013 menyangkut transaksi belasan miliar rupiah jauh lebih besar. Data ini tidak disampaikan kepada Menkeu/Irjen Kemenkeu," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Tanggapi Soal Transaksi Jumbo Rp 300 Triliun, Begini Katanya
Sri Mulyani meluruskan tentang informasi PPATK ke Itjen Kemenkeu, dari tahun 2007 hingga 2023 dengan total berjumlah 266 menyangkut 964 pegawai.
Lalu 185 informasi tersebut menurut Sri Mulyani, merupakan permintaan dari Itjen Kemenkeu, sementara hanya 81 yang inisiatif dari PPATK.
"Dari informasi tersebut, 352 pegawai menerima hukuman disiplin (126 kasus). 86 kasus dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). 16 kasus dilimpahkan ditindaklanjuti APH. 31 kasus tidak dapat ditindaklanjuti karena pegawai pensiun, tidak ada informasi atau menyangkut pegawai non Kemenkeu," kata dia.
Seperti diberitakan sebelummya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan , adanya transaksi keuangan yang mencurigakn di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Nilainya begitu fantasis besar yakni Rp 300 triliun.
Mahfud MD juga mengatakan, hal tersebut diperoleh dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihaknya. Pergerakan uang yang dinilai mencurigakan tersebut, mayoritas berasal dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Bea Cukai.
"Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi. Terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp 300 triliun, di lingkungan Kemenkeu yang sebagian besar ada di Ditjen Pajak dan Bea Cukai," begitu kata Mahfud MD kepada media, Selasa (8/2) lalu dikutip dari Suara.com.
Tag
Berita Terkait
-
Mengejutkan! Transaksi Milik Rafael Alun dan Andhi Pramono Ibarat Bus Antar Provinsi, Saling Salip
-
Sutradara Joko Anwar Kritik RAT, Tanya Netizen Judul yang Cocok kalau Dijadikan Film
-
134 Pegawai Pajak Saja Punya Saham di Ratusan Perusahaan Pakai Nama Istri, KPK Ungkap Cara Ini Risiko Tinggi Korupsi
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Antisipasi Kepadatan, Polda DIY Tutup Situasional Sejumlah Titik Putar Balik di Jalan Jogja-Solo
-
Program Mudik Bareng 2026 dari Pertamina Berangkatkan Lebih dari 5.000 Peserta
-
35 Kode Redeem FF Hari Ini 16 Maret 2026, Ada Tiket Incubator dan Trik 999 DM Gratis
-
BRI Perkuat UMKM, TSDC Bali Olah Serat Alam Jadi Produk Fashion Global
-
7 Prompt Gambar Ucapan Idulfitri 2026 Pakai Gemini AI, dari Estetik sampai Futuristik
-
5 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Mudik tanpa Obat, Praktis Dicoba!
-
Sinergi BRI dan TSDC Bali, UMKM Naik Kelas Melalui Digitalisasi dan LinkUMKM
-
7 Jawaban Sopan Menghadapi Pertanyaan 'Kapan Punya Anak Saat' Lebaran
-
Wujudkan Kepedulian di Ramadan, Imigrasi Tebar Bantuan di Ponpes Mazilah Deli Serdang
-
Harga Sirup Marjan dan ABC Anjlok di Indomaret, Cek Promo Lebaran 2026 Semarang!