SuaraCianjur.Id- Indonesia adalah negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, namun di sisi lain, Indonesia juga terkenal sebagai salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia.
Sampah makanan merupakan jenis sampah yang dihasilkan dari makanan yang masih dapat dimakan dan akhirnya dibuang.
Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah sampah makanan terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat, China, dan India.
Setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan sekitar 9,8 juta ton sampah makanan, yang setara dengan 300.000 truk sampah.
Sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, mulai dari sisa-sisa makanan yang dihasilkan dari rumah tangga, restoran, hotel, hingga pasar tradisional.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2020, sekitar 10,2 juta ton makanan dibuang setiap tahunnya di Indonesia.
Berdasarkan data tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat pemborosan makanan yang cukup tinggi.
Hal ini menjadi ironi, mengingat masih banyak penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan mendapatkan makanan yang layak.
Sampah makanan bukan hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, namun juga terhadap perekonomian. Pengolahan sampah makanan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik untuk transportasi, pemrosesan, maupun pembuangan akhir.
Selain itu, pembuangan sampah makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Untuk mengatasi permasalahan sampah makanan, perlu adanya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain dengan mengurangi pemborosan makanan, mengolah sisa-sisa makanan menjadi pupuk kompos, dan mendaur ulang makanan yang masih bisa dimanfaatkan.
Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan berbagai upaya seperti melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya mengurangi pemborosan makanan, mengoptimalkan kebijakan pengelolaan sampah, dan memfasilitasi program daur ulang sampah makanan.
Dengan kesadaran dan upaya yang terus menerus, diharapkan Indonesia dapat mengurangi jumlah sampah makanan yang dihasilkan dan menjaga kelestarian lingkungan serta membantu mengurangi kemiskinan melalui pemanfaatan sisa-sisa makanan yang masih layak.(*)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus