SUARA CIANJUR- Dalam beberapa pertandingan terkahir, benteng pertahanan Persib Bandung sedang jadi sorotan. Mereka kebobolan dalam pertandingan yang telah dilakoninya beberapa waktu kemarin.
Kalau ditotalkan ada sekitar tujuh gol yang sudah disarangkan oleh lawan ke jalan gawang Persib yang terhitung dalam lima pertandingan terakhir.
Tentu saja hal itu menjadi catatan penting untuk Maung Bandung.
Terkait dengan kondisi hal itu, Luis Milla sebagai sang pelatih melontarkan alasannya soal rapuhnya pertahanan dari skuad anak asuhnya itu.
Menurut Luis Milla, situasi dan kondisi seperti itu karena Persib Bandung fokus dalam membangun dan melancarkan seranga.
"Itu adalah gaya bermain kami dan kami ingin menjadi tim yang fokus bermain menyerang, banyak menguasai bola di area pertahanan lawan,” kata Luis Milla.
“Kami ingin sebisa mungkin mampu menguasai bola, dan bermain menyerang. Jadi normal saat kami harus kebobolan," lanjut Milla.
Mantan pelatih Timnas Indonesia ini juga menyatakan, jika yang menjadi masalah dalam timnya saat ini adalah dengan mudahnya musuh bisa membobol gawang Persib, terutama lewat situasi bola mati.
Persib terakhir dibobol dalam set piece, ketika menghadapi Persis Solo di pekan lalu.
Baca Juga: Resep Pancake Non Gluten yang Sehat dan Enak ala dr. Zaidul Akbar untuk Berbuka Puasa
"Dilaga sebelumnya kami kebobolan dari set piece, dan memang terlalu banyak kemasukan,” ungkapnya.
Luis Milla menyatakan, kalau hal itu harus segera diperbaiki jangan sampai terulang lagi.
"Tapi memang ada hal yang harus diperbaiki. Kami tidak kebobolan dari open play, tapi banyak dikecolongan dari set piece," begitu kata dia.
Termasuk dengan faktor kelelahan dari anak asuhnya. Luis Milla [un memang mengakui itu. Sehingga hal itu menjadi satu diantara faktor penyebab kenapa benteng Persib mudah dirobohkan.
Jadwal Liga 1 kata dia sangat padat, jadi para pemain sulit untuk kembali ke level yang ideal.
"Dalam tiga sampai empat bulan sempat kami jarang kebobolan dari set piece, tapi untuk saat ini mungkin karena tim mulai kelelahan. Fokus di pertandingan menurun karena jarak antar laga hanya tiga sampai lima hari. Jedanya terlalu sebentar dan itu tidak mudah," begitu kata pelatih asal Spanyol. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
-
HOAX Kabar Ole Romeny Patah Kaki, Sehat Bugar Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik