SUARA CIANJUR - Mahfud MD, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, meminta semua pihak untuk selalu membangun kerukunan di saat muncul potensi perbedaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.
Untuk itu, Mahfud MD menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus memberikan imbauan dan memfasilitasi penggunaan fasilitas publik bagi umat muslim yang akan melaksanakan Shalat Idul fitri 1444 Hijriah atau 2023 Masehi pada pekan ini.
"Pemerintah menghimbau fasilitas publik seperti lapangan yang dikelola pemda agar dibuka dan diizinkan untuk tempat Shalat Idul Fitri jika ada ormas atau kelompok masyarakat yang ingin menggunakannya. Pemda diminta untuk mengakomodasi. Kita harus membangun kerukunan meski berbeda waktu hari raya," tulis Mahfud di akun twitter nya.
Mahfud menegaskan dalam cuitannya bahwa meskipun terdapat perbedaan, penetapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H tetap dilakukan berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW.
Mahfud mengambil kutipan dari hadits yang menyatakan bahwa seseorang harus berpuasa ketika melihat hilal dan merayakan hari raya setelah melihat hilal. Ia juga menambahkan bahwa terdapat dua cara dalam menentukan hilal, yaitu rukyat dan hisab.
"Maksudnya setelah melihat hilal tanggal 1 bulan Hijriyah, melihat hilal bisa dengan rukyat, bisa dengan dengan hisab," sambungnya.
Mahfud menjelaskan bahwa rukyat adalah cara untuk menentukan hilal dengan melihatnya secara langsung menggunakan mata tanpa bantuan alat, seperti yang dilakukan pada zaman Nabi Muhammad SAW dengan bantuan teropong.
Mahfud menjelaskan bahwa hisab adalah cara menentukan hilal dengan menggunakan perhitungan ilmu astronomi, sementara rukyat melibatkan pengamatan langsung dengan mata telanjang.
Ia menambahkan bahwa dalam menentukan hilal, proses hisab selalu dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan rukyat secara fisik.
Baca Juga: Superga Luncurkan Koleksi Kolaborasi Budaya dalam Superga X Tubaba
"NU (Nadhatul Ulama) dan Muhammadiyah sama-sama berhari raya pada tanggal 1 Syawal. Bedanya hanya dalam melihat derajat ketinggian hilal," tulis Mahfud lagi.
Mahfud mengeluarkan serangkaian cuitan yang seiring dengan adanya kontroversi beberapa pemda yang menolak memberikan izin penggunaan lapangan untuk Shalat Idul Fitri 1444 H pada Jumat, 21 April 2023.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, pada Senin (16/4) telah mengungkapkan surat jawaban dari Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, yang menolak permohonan peminjaman Lapang Merdeka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukabumi untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1444 H.
Dalam salinan surat tersebut, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Idul Fitri 2023 di Lapang Merdeka akan mengikuti penetapan 1 Syawal 1444 H dari Kementerian Agama RI.
"Setelah Kota Pekalongan, sekarang Sukabumi. Setelah itu mana lagi?" tulis Mu'ti dalam akun Twitter pribadinya.
Mu'ti kemudian menyampaikan pada Senin (17/4) malam bahwa Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid dan Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi akhirnya memberikan izin untuk menggunakan Lapangan Mataram dan Lapangan Merdeka di wilayah masing-masing untuk Shalat Idul Fitri 1444 H yang akan dilaksanakan pada Jumat (21/4) pekan ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi