SUARA CIANJUR - Sejumlah relawan yang mendukung Ganjar Pranowo mempertanyakan istilah "petugas partai" yang pernah diucapkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Mereka yang tergabung dalam Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) merasa bahwa istilah tersebut dapat merusak citra Ganjar sebagai bakal calon presiden pada 2024.
Megawati sebelumnya pernah menyebut Ganjar sebagai petugas partai ketika mencalonkannya sebagai capres PDIP.
Namun, menurut Presidium KORNAS, Sutrisno Panagaribuan, istilah "petugas partai" sebenarnya umum digunakan oleh partai politik di seluruh dunia untuk merujuk pada kader yang akan diusung pada pemerintahan.
“Semua parpol di seluruh dunia ini, termasuk di Indonesia pasti menjadikan kader yang ditugaskan di legislatif dan eksekutif sebagai petugas partai. Tentunya bukan hanya PDIP, bahkan partai yang tidak ikut Pemilu juga demikian,” sebut Sutrisno.
Namun, Sutrisno setuju bahwa istilah "petugas partai" seringkali memiliki konotasi negatif di kalangan masyarakat.
Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
“Namun penggunaan istilah petugas partai itu di ruang publik disambut negatif (oleh masyarakat), karena parpol kehilangan kepercayaan publik,” ucap Sutrisno.
Berdasarkan hal tersebut, Sutrisno merekomendasikan agar partai yang mendukung Ganjar tidak menggunakan istilah "petugas partai".
Baca Juga: SEA Games 2023: Ilham Rio Fahmi Ungkap Rahasia Gacor saat Bantai Filipina
Jika istilah tersebut masih ingin digunakan, sebaiknya hanya digunakan dalam lingkup internal partai dan tidak diungkapkan kepada publik.
Sutrisno memperingatkan bahwa penggunaan istilah tersebut dapat berdampak negatif pada elektabilitas Ganjar.
Jika istilah "petugas partai" terus dipakai, maka kemungkinan besar elektabilitas Ganjar akan menurun.
Hal ini dikarenakan istilah tersebut tidak memberikan keuntungan apapun bagi Ganjar.
“Karena tidak ada kegentingan yang memaksa, maka penggunaan istilah petugas partai seharusnya dapat digunakan pada kegiatan yang bersifat internal,” ujar Sutrisno.
"Tidak akan ada penambahan suara yang signifikan untuk Ganjar Pranowo jika disebut sebagai petugas partai secara terbuka di ruang publik,” lanjutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia
-
Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Peluang 16 Mahasiswa FH UI Kuliah Lagi Setelah Status Nonaktif Selesai
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
7 Sabun Cuci Muka Pria yang Ampuh Mencerahkan, Atasi Beruntusan dan Kulit Belang
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan