/
Rabu, 03 Mei 2023 | 16:52 WIB
Melirik tingkat kepopularitas untuk menjadi bacapres meningkat, akankah Erick maju ke Pilpres 2024? (Tangkap Layar Instagram)

SUARA CIANJUR - Ketua Umum Pergerakan Rakyat Berdaulat, Wahab Talaohu, mengungkapkan bahwa Erick Thohir bisa menjadi faktor penentu kemenangan dalam Pilpres 2024, dengan julukan khusus 'Erick Thohir Effect' atau ETE. 

Menurut Wahab, pengaruh yang kuat dari Menteri BUMN ini terkait dengan popularitasnya sebagai bakal calon wakil presiden atau cawapres yang terus meningkat.

"Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan ada Erick Thohir Effect (ETE) yang begitu kuat," kata Wahab.

Sedangkan elektabilitas kandidat cawapres lainnya justru stagnan atau menurun. Menurut Wahab, Erick Thohir selalu berhasil meningkatkan elektabilitas bakal capres 2024 seperti Ganjar Pranowo dan dirinya sendiri. 

Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan hasil empat simulasi di mana Erick selalu memenangkan pasangan capres yang ia dukung.

"Bisa kita lihat dalam simulasi pertama, pasangan Prabowo-Erick berada di urutan teratas dengan (elektabilitas) 32,8 persen. Sementara Ganjar-Sandiaga 32,5 persen dan Anies-AHY hanya 24,4 persen," papar Wahab.

Dalam simulasi kedua, ketika Erick dipasangkan dengan Prabowo untuk melawan pasangan Ganjar dan Ridwan Kamil, Erick tetap mampu membawa Prabowo keluar sebagai pemenang meskipun dengan margin yang tipis. 

Simulasi ini menunjukkan bahwa Prabowo-Erick memperoleh dukungan sebesar 34,4 persen dari responden, sedangkan Ganjar-Ridwan Kamil memperoleh dukungan sebesar 33,1 persen. 

Sementara itu, pasangan Anies-Khofifah hanya memperoleh dukungan sebesar 21,5 persen.

Baca Juga: Beradu Akting dengan Lee Dong Wook, Ini 6 Potret Ryu Kyung Soo di Tale of the Nine Tailed 1938

Dalam simulasi ketiga, pasangan Prabowo-Erick kembali memenangkan pemilihan meskipun dengan margin yang lebih besar daripada simulasi sebelumnya, dengan dukungan sebesar 33,6 persen. 

Sedangkan pasangan Ganjar-Khofifah memperoleh dukungan sebesar 32,7 persen dan pasangan Anies-AHY hanya memperoleh dukungan sebesar 24,5 persen.

Dalam simulasi keempat, Erick dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, dan hasilnya menunjukkan kemenangan bagi pasangan tersebut. 

Hal ini menunjukkan kehebatan Erick dalam meningkatkan elektabilitas pasangan calon yang dipilihnya, sebagaimana terbukti dalam empat simulasi yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia.

"Simulasi terakhir saat (Erick) dipasangkan dengan Ganjar mendapat 35,8 persen, unggul cukup jauh dari Prabowo-Khofifah yang 30,5 persen dan Anies-AHY 24,1 persen," lanjutnya.

Kemungkinan besar Erick dapat membawa Prabowo atau Ganjar memenangkan Pilpres 2024. 

Namun, masih ada dilema mengenai siapa yang akan dipilih Erick jika ia maju sebagai cawapres karena ia memiliki hubungan dekat dengan Prabowo dan Ganjar.

Menurut Wahab, tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Erick tidak terlepas dari kinerjanya. 

Erick dianggap memiliki kemampuan, kapasitas, dan loyalitas dalam melanjutkan pembangunan di pemerintahan Presiden Jokowi.

Erick juga dianggap berhasil menjadikan BUMN sebagai garda terdepan dalam membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat terguncang karena pandemi Covid-19. 

Karena faktor tersebut, Erick menjadi disukai dan dikenal oleh masyarakat secara luas. Wahab juga menyatakan bahwa tingkat popularitas Erick sangat tinggi, mencapai 83,4 persen. 

Erick bahkan menjadi satu-satunya figur di luar tiga bakal calon presiden yang dianggap layak untuk melanjutkan pemerintahan Jokowi atau dengan kata lain pantas maju sebagai capres.

"Erick dengan BUMN-BUMN-nya mampu menciptakan kemajuan ekonomi sehingga Erick Thohir Effect menjadi variabel penentu kemenangan pilpres 2024," ujar Wahab. (*) (WARTA EKONOMI)

(*/Haekal)

Load More