/
Selasa, 16 Mei 2023 | 09:00 WIB
Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera meminta agar pemain yang menolak kampanye LGBT harus mendapat sanksi dari klub. (Twitter/FaktaSepakbola)

SUARA CIANJUR – Baru-baru ini, sepak bola Prancis kembali heboh. Hal ini karena terdapat dua pemain yang dikeluarkan dari skuad akibat menolak berpartisipasi dalam kampanye LGBT. Dua pemain ini adalah milik Toulouse, Zakaria Aboukhlal dan milik Nantes, Mostafa Mohamed. 

Dilaporkan, France24, seluruh tim Ligue 1 dan Ligue 2 harus mengenakan atribut yang menunjukkan dukungan kepada kaum LGBT. Setiap tim mengenakan nomor punggung serta ban kapten berwarna pelangi.

Sontak penolakan ini langsung mendapat reaksi dari Menteri Olahraga Prancis, Amélie Oudéa-Castera. Menurutnya, pemain yang menolak ini harus mendapatkan sanksi dari klubnya. 

“Saya sangat menyesal bahwa kami tidak memiliki 100% pemain di Prancis yang menerima pesan non-diskriminasi ini. Saya pikir itu adalah tanggung jawab klub, dengan berdialog dengan para pemainnya, untuk mengambil sanksi,” ujar Amelie, dikutip dari laman Twitter @FaktaSepakbola, Selasa (16/5/2023). 

Selanjutnya, Amelie menilai bahwa setiap pemain yang bermain di Liga Prancis harus mengikuti ketetapan yang telah ditentukan. 

“Di Prancis, ketika Anda memiliki operasi yang dibingkai dengan cara ini, yang melibatkan semua klub pada subjek dasar non-diskriminasi, Anda harus berada di sana. Saya pikir itu perlu,” lanjut Amelie. 

Pernyataan ini langsung mendapatkan reaksi dari publik sepak bola. 

“Pengen nyampein pesan non-diskriminasi tp dengan mendiskriminasi yg gamau itu gimana maksudnya???,” ujar warganet. (*)

Baca Juga: 3 Daftar Aplikasi Pembersih RAM HP Android Terbaik yang Wajib Kamu Coba

Load More