SUARA CIANJUR - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, telah menyoroti viralnya kondisi jalan rusak di beberapa daerah dengan mempertanyakan peran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono.
Marwata menyatakan bahwa KPK telah melakukan kajian dan menemukan bahwa pengawas proyek infrastruktur sering kali tidak bekerja dengan baik dalam menjaga kualitas pembangunan.
Menurut Alex, keadaan ini berpotensi berdampak pada pertanggungjawaban anggaran proyek yang dilaksanakan.
Jika pengawasan tidak berjalan dengan baik, maka ada risiko terjadinya penyalahgunaan dana yang seharusnya dialokasikan untuk memperbaiki jalan rusak di daerah-daerah tersebut.
Di sisi lain, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengklaim bahwa pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp32 triliun untuk perbaikan jalan rusak di berbagai daerah.
Anggaran tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur jalan yang ada dapat diperbaiki dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat.
Basuki juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan digunakan dengan efektif dan transparan.
Meskipun begitu, permasalahan pengawasan proyek infrastruktur tetap menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Beda Keyakinan, Natasha Rizki Selalu Sabar Hadapi Sifat Desta yang Genit
KPK dan lembaga terkait lainnya perlu menjalankan peran pengawasan yang lebih ketat dan melakukan langkah langkah pencegahan agar dana yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain itu, penting bagi Kementerian PUPR dan pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem pengawasan yang ada, termasuk pengadaan pengawas proyek yang berkualitas dan independen.
Dengan adanya pengawasan yang efektif, diharapkan kualitas pembangunan infrastruktur dapat ditingkatkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Kritik yang disampaikan oleh Alexander Marwata dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap mekanisme pengawasan dan pelaksanaan proyek infrastruktur.
Diperlukan langkah-langkah yang konkret dan tindakan nyata untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal