SUARA CIANJUR - Presiden Jokowi telah mengeluarkan permintaan kepada Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk menghentikan pembuatan aplikasi baru.
Alasannya adalah karena semua layanan yang diperlukan oleh masyarakat sudah terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE).
Keputusan Presiden ini juga bermaksud untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Dengan menghentikan pembuatan aplikasi baru, K/L dapat fokus pada pengembangan dan penyempurnaan SPBE.
Hal ini akan memungkinkan penggunaan anggaran dan tenaga kerja yang lebih efisien, serta meminimalisir pemborosan yang terkait dengan pengembangan aplikasi yang tidak perlu.
Menteri Menpan-RB menjelaskan bahwa saat ini sudah ada sekitar 27 ribu aplikasi yang dikembangkan oleh berbagai K/L.
Namun, dengan adanya konsep SPBE, semua layanan tersebut dapat dipermudah dan diakses melalui satu platform yang terintegrasi.
Hal ini bertujuan untuk menghindari redundansi dan memaksimalkan efisiensi dalam penyediaan layanan digital kepada masyarakat. (*)
Baca Juga: Pernyataan Terbaru dari Mahfud MD tentang Pemilu 2024!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen