/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 13:10 WIB
Proyek strategis nasional, pembangunan Sirkuit Mandalika di NTB, bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi di daerah tersebut. (ANTARA)

SUARA CIANJUR - Setelah sempat dibanggakan karena dinilai sukses membawa dampak ekonomi yang signifikan, ternyata penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika meninggalkan utang yang terbagi menjadi utang jangka pendek dan jangka panjang.

PT. Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat utang sebesar Rp4,6 triliun akibat pembangunan proyek Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan penyelenggaraan MotoGP di sirkuit tersebut.

Pembangunan Sirkuit Mandalika di NTB merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi di daerah tersebut.

Namun, proyek ini ternyata membawa beban utang yang signifikan bagi PT. InJourney.

Utang sebesar Rp4,6 triliun tersebut terbagi menjadi utang jangka pendek dan jangka panjang, yang menjadi beban bagi perusahaan dalam jangka waktu yang belum dapat diprediksi.

Penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika memang berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi positif di NTB.

Namun, dalam prosesnya, PT. InJourney terpaksa harus meminjam dana untuk melaksanakan proyek ini.

Utang yang terjadi akibat penyelenggaraan MotoGP menjadi beban yang harus ditanggung oleh perusahaan, dan akan mempengaruhi keuangan mereka dalam waktu yang cukup lama. (*)

Baca Juga: KTP Wajib! Gas Elpiji 3 Kg Hanya Bisa Dibeli dengan Identitas Resmi

Load More