SUARA CIANJUR - IDI, sebagai organisasi profesi dokter terbesar di Indonesia, merasa perlu mengambil tindakan drastis untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap RUU Kesehatan.
Mogok kerja nasional dianggap sebagai bentuk protes yang efektif untuk menekankan pentingnya perhatian terhadap masalah yang dihadapi oleh tenaga kesehatan.
Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR, mengeluarkan permintaan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk tidak memprovokasi tenaga kesehatan (Nakes) agar tidak melakukan mogok nasional jika Rancangan Undang Undang Kesehatan disahkan menjadi Undang Undang.
Permintaan ini muncul setelah Ketua Umum IDI, Muhammad Adib Khumaidi, mengancam akan mengadakan mogok kerja nasional.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa (20/9/2023), Melki Kilakalena menjelaskan bahwa ia mengimbau IDI dan pihak lainnya untuk tidak mengancam mogok kerja atau melakukan provokasi.
Ia berharap agar semua pihak bisa menahan diri dan mencari solusi yang baik untuk kepentingan bersama.
"Saya imbau begini ya, jangan ada pihak lagi yang mengancam mogok kerja, jangan ada lagi ancam sana sini untuk provokasi orang-orang," tegas Melki.
Ancaman mogok kerja nasional yang dilontarkan oleh IDI merupakan respons atas Rancangan Undang Undang Kesehatan yang diusulkan.
IDI berpendapat bahwa RUU tersebut tidak memperhatikan aspirasi dan kebutuhan para nakes, sehingga mereka merasa terpinggirkan dan tidak diakomodasi dengan baik. (*)
Baca Juga: Kasus Intoleransi: Pembubaran Ibadah Kristen di Bekasi Libatkan Anggota TNI
Berita Terkait
-
Partai Perindo DKI Bidik Suara Anak Muda Lewat Rekrutan Manik Marganamahendra
-
Garuda Indonesia Rencanakan Penambahan 80 Kursi Haji, Menunggu Izin GACA
-
Caleg Gokil! Aldi Taher Sebut Deddy Corbuzier ketika Ditanya Alasan Terjun ke Dunia Politik, Karena Ini
-
Denny Siregar Ungkap Niat Memilih Aldi Taher: Terobosan Nyentrik di Dunia Politik?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian
-
Paul Munster Minta Maaf usai Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
Umuh Muchtar Optimis Persib Bisa Bantai Ratchaburi Lebih dari 3 Gol di Bandung Nanti
-
Persebaya Surabaya Tumbang dari Bhayangkara, Bernardo Tavares Ungkap Penyebabnya
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?
-
Jadwal Siaran Langsung Bali United vs Persija, Pertarungan Sengit Dua Tim Terluka di Gianyar
-
7 Kompor Tanam Paling Awet, Pemantik tidak Gampang Macet
-
Kalah dari Inter Milan, Direktur Juventus Kritik Keras Wasit dan VAR
-
Maarten Paes Cadangan Saat Ajax Libas Tim Justin Hubner