SUARA CIANJUR - Pemeriksaan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menjadi sorotan terkait dugaan kebocoran informasi penyelidikan korupsi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemeriksaan ini harus didasarkan pada alasan hukum yang kuat, menjaga keadilan dan integritas lembaga penegak hukum.
Menurut Bambang Rukminto Bambang, seorang Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), kepolisian harus bekerja berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
Jika terdapat cukup bukti yang mengarah pada keterlibatan Firli, maka wajar apabila pihak kepolisian memanggilnya untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran hukum tersebut.
"Ya, kepolisian itu bekerja berdasarkan bukti-bukti. Apabila alat bukti tersebut sudah cukup, tentunya bisa memanggil seseorang yang diduga melakukan pelanggaran hukum itu," jelasnya.
Penting bagi penegak hukum untuk memastikan bahwa proses pemeriksaan terhadap Firli Bahuri dilakukan secara objektif dan profesional.
Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga independensi dan kepercayaan publik terhadap KPK sebagai lembaga anti-korupsi yang memiliki peran penting dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.
Dalam konteks ini, diperlukan transparansi dan akuntabilitas dari pihak kepolisian dalam menangani kasus ini. Publik berhak mengetahui perkembangan kasus dan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Hal ini akan memberikan keyakinan kepada publik bahwa penegakan hukum dilakukan secara adil dan tanpa adanya intervensi yang tidak semestinya. (*)
Baca Juga: Ganjar Pranowo Bangga Sebagai Anak Polisi, Ungkapkan Rasa Kebanggaannya
Berita Terkait
-
KPK Klarifikasi Terkait Isu Anak Rafael Trisambodo yang Masih Menempati Rumah Mewah di Simprug!
-
Ini Penafsiran dari Kata-Kata Jokowi tentang 'Jangan Salah Pilih Pemimpin' Menurut Rocky Gerung
-
Buka Donasi Peduli Timnas Indonesia, Erick Thohir Gandeng Mantan Petinggi KPK
-
Pegawai KPK Dituduh Pelecehkan Wartawan dalam Pemeriksaan Menteri Pertanian
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar