/
Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:30 WIB
JIS dibangun dengan menelan biaya yang fantastis serta melibatkan konsultan perencanaan dunia. Netizen geram karena masih belum bisa digunakan. (Antara)

SUARA CIANJUR – Dalam beberapa waktu terakhir, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi perbincangan publik sepak bola Indonesia. Hal ini karena JIS dinilai tidak memenuhi standar FIFA untuk mengadakan even internasional seperti Piala Dunia U17

Melansir dari laman Instagram @garudalegend, Sabtu (8/7/2023) JIS diketahui dibangun dengan menelan biaya fantastis. Setidaknya sekitar Rp 4,5 triliun dihabiskan untuk bangun stadion megah ini. 

Selain itu, JIS dibangun dengan melibatkan konsultan perencanaan bangunan ternama asal Inggris, Buro Happold. Nama ini yang kabarnya juga merancan salah satu stadion terbesar milik Arsenal, Emirates Stadium. 

Selain urusan bangunan, lapang JIS sendiri dikabarkan menggunakan rumput dengan kualitas internasional. JIS menggunakan rumput hybrid, yang sama digunakan oleh stadion terbesar di Jerman milik Bayern Munchen, Allianz Arena. 

Dengan kualitas skala internasional tersebut, JIS masih belum bisa digunakan untuk event besar. Hal ini membuat netizen Indonesia geram. 

Ada yang mengatakan bahwa jika JIS ganti nama, sepertinya akan langsung bisa digunakan. 

“Coba di ganti nama JIS jokowi internasional stadium pasti dipakai,” komen salah satu netizen. 

“Berarti rumput stadion alianz arena tidak standar FIFA karena rumput nya sama dengan stadion JIS,” komen netizen lainnya. 

Sementara itu, untuk mempersiapkan sebagai venue Piala Dunia U17, JIS kabarkan akan segera melakukan perbaikan, khususnya terhadap hal yang paling disorot, yaitu soal akses dan kualitas rumput lapangan. (*)

Baca Juga: 8 Sudut Rumah Bella Bonita di Kampung Halaman, Masuk Gang Sempit tapi Terlihat Asri

Load More