SUARA CIANJUR - Effendi Simbolon, anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mendapatkan ultimatum dari partainya terkait kedisiplinan.
Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, secara tegas menyatakan bahwa Effendi dapat keluar dari partai jika ingin menjadi pribadi yang bebas.
Komarudin mengingatkan anggota partai akan pentingnya menjaga disiplin, terutama dalam menghadapi momen krusial menjelang pemilihan presiden.
Ia menekankan pentingnya para kader mengikuti instruksi untuk memenangkan Ganjar Pranowo, calon presiden dari PDIP, dan bukan kandidat lain.
"Itu yang saya warning dia di dalam, jika kau menjadi anggota partai maka seluruh kebebasanmu diatur oleh partai. Tidak bisa lagi sebebas-bebasnya. Kalau mau bebas ya jangan di partai," tegas Komarudin.
Komarudin menjelaskan bahwa PDIP sebenarnya tidak mempermasalahkan sikap Effendi sebagai Ketua Punguan Simbolon dohot Baruna se-Indonesia (PSBI) yang mengundang Prabowo Subianto untuk hadir dalam acara rakernas.
Namun, ia menyayangkan sikap Effendi yang memberikan penilaian terbuka terhadap Prabowo, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
Meskipun Effendi memiliki hak untuk memiliki pandangan pribadi, Komarudin menegaskan bahwa sebagai anggota partai, Effendi harus mempertimbangkan dampak dari pernyataannya terhadap citra dan kesatuan partai. (*)
Baca Juga: Kembalinya Anas Urbaningrum untuk Meramaikan Politik Indonesia
Berita Terkait
-
Kembalinya Anas Urbaningrum untuk Meramaikan Politik Indonesia
-
PAN Siap Menggandeng Pemilih Milenial dan Gen Z, dengan Cara Ini
-
Prabowo Subianto Ingin Berkuasa di Indonesia, Tapi Memerlukan Hal Ini!
-
Prabowo Subianto Kian Dekat dengan Jokowi, Pengamat Politik: Berkah Politik
-
Ini Janji Prabowo Subianto terhadap Program Jokowi yang Sudah Dirintis Sebelumnya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi