SUARA CIANJUR - Seksolog dr. Boyke memberikan penjelasan mengenai risiko kegemukan terhadap kesuburan pria dan wanita.
Masalah kegemukan bukan hanya dialami di berbagai negara, tapi juga di Indonesia. Kegemukan atau obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan yang dikeluarkan, yang menyebabkan penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh.
Seperti dikutip dari Kanal YouTube Kacamata dr. Boyke pada Selasa (1/8/2023), kondisi kegemukan ini merupakan faktor utama peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk masalah kesuburan.
Menurut dr. Boyke, kegemukan dapat menjadi kontraindikasi relatif terhadap kesuburan, yang berarti dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memiliki anak setelah menikah.
Bagi pria yang gemuk, terdapat beberapa risiko yang berhubungan dengan kesuburan, seperti produksi sperma yang sedikit dan sperma yang lambat bergerak.
Selain itu, kegemukan juga dapat menyebabkan ketidakpuasan dari pasangan, keterbatasan variasi seksualitas, gangguan keseimbangan hormon, ejakulasi dini, dan disfungsi ereksi.
Aktivitas seksual bagi pria gemuk juga menjadi lebih sulit karena bentuk badan dan ukuran penis yang mungkin mengecil, sehingga rangsangan kepada wanita menjadi kurang. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasangan dan variasi dalam hubungan intim.
Sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan, dr. Boyke menyarankan konsumsi makanan yang kaya akan zink, seperti kerang.
Zink yang terkandung dalam kerang dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas sperma yang dihasilkan oleh pria.
Dengan demikian, penting bagi pria dan wanita untuk menjaga berat badan ideal dan menghindari kegemukan, karena kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesuburan.
Pengetahuan mengenai dampak kegemukan pada kesuburan harus lebih diperhatikan agar dapat mempertahankan kesehatan reproduksi dan memiliki peluang yang lebih baik dalam merencanakan kehamilan.
Semua individu perlu memahami pentingnya menjaga gaya hidup sehat, termasuk mengatur pola makan dan melakukan olahraga secara teratur guna mencegah risiko kesehatan dan masalah kesuburan yang disebabkan oleh kegemukan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?