SUARA CIANJUR - Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, menolak bertanggung jawab atas kontroversi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi, dan sikapnya ini telah menjadi kritik dari Juru Bicara Anies Baswedan, Indra Charismiadji.
Indra menganggap bahwa Nadiem tampaknya mengalami kehilangan ingatan karena justru menyalahkan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan periode 2016-2019, sebagai dalang dari masalah PPDB Zonasi yang sedang berkecamuk.
Mengutip program Merdeka Belajar, yang menjadi gagasan utama Nadiem, ternyata juga memuat PPDB Zonasi.
Selain itu, beberapa peraturan menteri yang memuat sistem zonasi juga diterbitkan selama masa jabatannya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan Nadiem menyalahkan pendahulunya, padahal kebijakan tersebut telah ada sejak awal pemerintahan beliau.
Indra menyatakan rasa prihatinnya, bahwa seseorang yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, posisi yang strategis, tampaknya tidak diisi oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang pendidikan.
Kritik ini mencuat setelah adanya polemik PPDB Zonasi yang menimbulkan ketidakpuasan di berbagai daerah.
"Kasihan ya masih muda sudah kena penyakit dementia alias pikun. Padahal Merdeka Belajar episode satu isinya tentang PPDB Zonasi, belum lagi Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 juga beliau yang tanda tangan," ucap Indra dikutip Selasa (1/8/2023). (*)
Berita Terkait
-
Bertanya-tanya Siapa yang Mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024? Yenny Wahid Paling Berpotensi?
-
Anies Baswedan Tanggapi Kekhawatiran Erick Thohir tentang JIS dan FIFA
-
Anies Baswedan Bertemu dengan Imam Nabawi, Sampaikan Pesan Ini untuk Jamaah Haji Indonesia
-
JIS Bukan Karya Anies, Pembangunan Dimulai oleh Jokowi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret