SUARA CIANJUR - Banyak orang merasa bahwa mandi menggunakan spons dapat meningkatkan kualitas mandi mereka.
Namun siapa yang dapat menyangka, bahwa penggunaan spons saat mandi dapat membuat kulit kita dalam bahaya.
Spons mandi biasanya akan ditaruh atau digantung di kamar mandi dalam keadaan yang lembab, hal ini yang memicu bahaya. Pasalnya, bakteri dan jamur akan berkembang biak secara cepat pada area basah dan lembab seperti spons mandi.
Spons yang lembab dan tidak kering dengan baik setelah digunakan memiliki risiko untuk berjamur. Ini dapat menyebabkan pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan pada spons dan meningkatkan kemungkinan risiko infeksi kulit jika digunakan kembali.
Ketika kita menggunakan spons tersebut, jamur dan bakteri tentu juga akan berpindah pada kulit dan menimbulkan berbagai masalah kulit.
Selain bakteri dan jamur, spons juga dapat menimbulkan masalah lain seperti rusaknya skin barrier jika kita menggosokannya terlalu keras.
Maka dari itu, penggunaan telapak tangan untuk membersihkan kulit lebih dianjurkan, meski begitu jika tidak bisa lepas dari spons maka pastikan untuk membersihkan dan mengeringkan spons dengan baik setelah digunakan, atau lebih baik lagi, pertimbangkan untuk mengganti spons secara teratur untuk menjaga kebersihannya. (*)
(*/Haekal)
Baca Juga: 2 Upcoming Drama China Ju Jingyi, Ada Chinese Paladin
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan
-
Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing
-
Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?
-
20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi