SUARA CIANJUR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tegas menyatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus pamer kekayaan yang melibatkan Penjabat Bupati Bombana, Burhanudin, dan keluarganya akan terus berlanjut.
KPK tidak berniat untuk berhenti di tengah jalan, mengingat beberapa pejabat penting seperti Dirjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo, dan mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andi Pramono, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini sebelumnya.
KPK bekerja untuk mengungkap fakta-fakta yang mungkin terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi atau perbuatan korupsi yang melibatkan pejabat dan pihak terkait.
Ali Fikri, Kabag Pemberitaan KPK, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam kasus ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan penyelidikan.
Proses ini melibatkan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk memberikan keterangan dan informasi yang diperlukan guna melengkapi peristiwa pidana yang sedang diselidiki.
Ali Fikri menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi akan mendapatkan perhatian khusus, dan KPK akan menganalisis berbagai bahan keterangan, informasi, dan data yang ada.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyelidikan berjalan sesuai dengan standar hukum dan memberikan keadilan kepada semua pihak yang terlibat. (*)
Berita Terkait
-
Puluhan Narapidana Rutan KPK Keluhkan Lukas Enembe Sering Buang Air Sembarangan
-
Kemensos Siap Bantu KPK Terkait Dugaan Korupsi Bansos Beras
-
Keterkaitan Menpora Dito Ariotedjo dalam Kasus Korupsi BTS 4G Diselidiki Kejagung
-
Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi RAPBD 2017
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga