SUARA CIANJUR - Kementerian Sosial (Kemensos) dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mengikuti seluruh proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi bansos beras.
Dalam upaya menyelesaikan masalah ini, Kemensos selalu bersikap kooperatif dan berupaya agar persoalan korupsi bansos beras dapat segera diselesaikan, dan tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat.
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyatakan bahwa para pegawai yang dipanggil oleh KPK kemarin merupakan pejabat baru. Mereka sepenuhnya mengikuti prosedur hukum yang berlaku guna memastikan kasus tersebut dapat segera dituntaskan.
"Artinya teman-teman kemarin yang dipanggil kita arahkan ya harus datang. Kemudian disampaikan apa adanya karena kita juga posisinya membantu supaya segera selesai," ujar Robben kepada pewarta di Jakarta pada Rabu (2/8/2023) seperti dikutip dari PMJ News.
Lebih lanjut, Robben menyampaikan bahwa para pejabat yang tersandung dugaan korupsi sebelumnya telah dimutasi oleh Kemensos dan tidak berkantor di pusat.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk memberantas korupsi di sektor pemberian bantuan sosial, dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran bansos.
Dalam arahannya, KPK menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara instansi pemerintah dalam menangani kasus korupsi.
Kemensos merespons hal tersebut dengan penuh tanggung jawab, dengan memberikan dukungan penuh agar proses hukum dapat berjalan lancar dan efisien.
Kasus dugaan korupsi bansos beras telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Anak Ngaku Dilecehkan Ayah Tiri, Pinkan Mambo Merasa Jadi 'Korban' MA: Aku Difitnah
Kementerian Sosial menyatakan komitmen untuk terus berupaya memberantas korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Dengan kerjasama antara KPK dan Kemensos yang sinergis, diharapkan kasus ini dapat segera diselesaikan dengan adil dan transparan.
Kedua instansi berkomitmen untuk mencegah terjadinya korupsi di masa depan dan memastikan dana bantuan sosial benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan dan mengintensifkan upaya pencegahan korupsi.
Semua pihak diharapkan dapat mendukung dan mengawal proses hukum ini guna menciptakan tatanan pemerintahan yang lebih bersih dan berkeadilan.
Sebelumnya, Pada Selasa (1/8), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap saksi dalam Tindak Pidana Korupsi (TPK) Pekerjaan Penyaluran Bansos Beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020 di Kementerian Sosial (Kemensos).
Pemeriksaan berlangsung di Kantor KPK dan melibatkan beberapa pejabat, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jaminan Sosial Kemensos Faisal, PNS Direktorat Jaminan Sosial Kemensos Keukeu Komarawati, serta PNS Direktorat Jaminan Sosial Irwan Prabowo.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Temani Wisuda di Amerika, Jerome Polin Go Public dengan Gracia Caroline
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Perbandingan Lengkap Oppo Find X9s dan Vivo X300 FE: Mana Lebih Worth It?
-
5 Sepatu Puma Tanpa Tali untuk Jalan Kaki, Nyaman dan Stylish Mulai Rp600 Ribuan
-
7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar
-
Ibu Niko Al Hakim Diduga Sindir Rachel Vennya, Singgung Cucu hingga Penjualan Rumah
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh