Deli - Biasanya dia jalan menggunakan kedua kaki dan kedua tangannya yang menyentuh tanah. Namun kali ini, dia 'menggelinding'. Terlihat di kamera jebak, dia berguling-guling lalu berjalan beberapa langkah, berdiri santai sambil memegang batang pohon dan menoleh ke belakang.
Sekejap saja dia berdiri dan tak terlihat pusing, dia kembali berguling-guling hingga tak terlihat lagi. Ya, dia adalah orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus). Videonya diunggah di akun Instagram @bksda_kalteng pada Jumat (27/5/2022).
Video ini diberi caption jenaka, 'Buat yang lagi di jalan, harap hati-hati. Buat yang di hati, kapan kita jalan-jalan? Eaa.. Siapa ni yang tingkahnya sama seperti Satria? Orangutan remaja yang ada di camp Resak ketika akhir pekan telah tiba...'
Di video itu tertulis tanggal pengambilan pada 21 Maret 2022 pukul 10.24 WIB. Akun itu menyebut bahwa orangutan itu bernama Satria, masih berusia remaja. Lokasinya berada di Suaka Margasatwa (SM) Lamandau.
Unggahan itu viral dan ditonton hingga lebih dari 16 ribu kali dengan 119 komentar. Video itu direpost di beberapa akun Instagram @kementrianlhk.
Dikutip dari laman https://ksdae.menlhk.go.id/, kawasan SM Lamandau merupakan salah satu kawasan konservasi yang dikelola oleh BKSDA Kalimantan Tengah, berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Sukamara.
Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa yang dilindungi, sekaligus menjadi lokasi pelepasliaran orangutan hasil reintroduksi maupun hasil translokasi.
Di orangutan.org, Emily Patton menulis pertama kali bertemu Satria pada Oktober 2012. Saat itu Satria 'hanyalah' orangutan yang kurus dan hampir tak memiliki bulu, kulitnya kendor dan tampak rentan dan mengalami masa sulit.
Dia mendapatkan perawatan yang baik di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ), sebuah lembaga internasional di Pasir Panjang, dekat Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Emily menulis Satria sering bertingkah konyol.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena