/
Minggu, 05 Juni 2022 | 15:13 WIB
12 Mahasiswa Sumut dan Aceh Terima Beasiswa Peduli Orangutan 2022

Deli - Sebanyak 12 mahasiswa Sumut dan Aceh menerima beasiswa Peduli Orangutan 2022. Rinciannya enam mahasiswa dari Universitas di Sumatera Utara (Sumut) dan enam dari Universitas di Aceh. 

Mereka terpilih melalui proses penjaringan penerima beasiswa. Penyerahan dari Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bersama Orangutan Republik Foundation (OURF), Sabtu (4/6/2022).

Direktur YOSL-OIC Fransisca Ariantingsih mengatakan, program ini bertujuan untuk mendukung mahasiswa mahasiswi dalam menyelesaikan studi atau pendidikan bidang konservasi sumber daya alam. 

"Program ini untuk melahirkan generasi-generasi intelektual yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap upaya-upaya perlindungan dan penyelamatan orangutan Sumatera dan habitatnya," kata Fransisca Ariantingsih.

Ia mengatakan, beasiswa yang diberikan berupa SPP dan penelitian Rp 11.500.000 untuk seluruh jurusan kampus di Sumatera Utara. Sementara untuk Aceh diberikan Rp 15.500.000 dan khususnya mahasiswa kedokteran hewan Rp 17.500.000.
  
Dampak positif dari beasiswa Peduli Orangutan ini adalah tumbuhnya antusiasme mahasiswa terhadap orangutan di Sumatera dan juga restorasi hutan habitatnya.

"Kami bisa melihat tumbuhnya antusiasme mahasiswa tentang orangutan di Sumatera dan juga restorasi hutan habitatnya. Selain dari semakin bertambahnya karya tulis dan penelitian ilmiah tentang orangutan di Sumatera,” ungkap Fransisca.

Ketua pembina YOSL-OIC Panut Hadisiwoyo menjelaskan, program ini diinisiasi oleh YOSL-OIC bersama OURF yang dimulai pada tahun 2006.

"Program ini diadakan setiap tahunnya dan menargetkan mahasiswa dari universitas di Sumut dan Aceh yang memiliki kerjasama dengan YOSL-OIC," katanya.

Hingga 2022, kata Panut, program beasiswa Peduli Orangutan ini telah memberikan kesempatan kepada 165 mahasiswa.

"Jadi program ini untuk mendapatkan dukungan dana serta juga konsultasi hingga masa pendidikan mereka berakhir," tukasnya.

Load More