Deli-Informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang tersedia pada menu di Aplikasi Mobile JKN tidak akurat. Sebab, data yang ditampilkan oleh aplikasi milik BPJS Kesehatan tersebut berbeda dengan realitas di lapangan, sebab pasien Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) disebutkan hanya diisi dua orang.
Pantauan di aplikasi tersebut pada Senin (6/6/2022) pukul 12.16 WIB, ketersediaan ruang rawatan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) untuk VIP dari total 29 kamar tersedia 29, ICU dari total 41 kamar tersedia 41, ICCU dari total tujuh kamar tersedia tujuh, NICU dari total enam kamar tersedia enam, PICU dari total sembilan kamar tersedia sembilan dan HCU dari total 13 kamar tersedia 13.
Sedangkan untuk Kelas I dari total 139 kamar tersedia 139 dan Kelas II dari total 125 kamar tersedia 125. Keterisian tempat tidur ditemukan hanya pada Kelas III yakni dari total 408 kamar tersedia 406.
Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM Rossario Dorothy membantah data yang disajikan dalam aplikasi Mobile JKN tersebut. "Salah, kalau berdasarkan data itu, berarti tidak ada pasien kami," katanya, Senin (6/6/2022).
Rosario menjelaskan, berdasarkan pengakuan bagian IT RSUP HAM, pihaknya belum dapat akses dari penyedia aplikasi Mobile JKN untuk melakukan update data. "Saya udah nanya ke bagian IT kami, kami belum dapat akses dari penyedia aplikasi untuk melalukan update data di aplikasi tersebut," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya berencana menanyakan terlebih dulu ke BPJS Kesehatan soal data yang dipublikasikan oleh Mobile JKN tersebut.
"Hari ini mau ditanyakan dulu ke bagian IT BPJS, kami belum bisa kami update data di situ, biasanya kami update data di RS Online," tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Sari Quratul Ainy yang dikonfirmasi mengatakan bahwa masalah tampilan informasi tersebut karena beberapa aplikasi sedang dalam proses bridging. Sehingga sambungnya, semua kamar di RSUP HAM terlihat kosong.
"Ini sistem bridging TI, jadi data RS yang masuk ke aplikasi Mobile JKN. Kalau tidak update bisa jadi karena inputan yang tidak realtime. Data itu dari SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) yang otomatis masuk ke kita," ujarnya.
Berita Terkait
-
Remake Gonjiam Versi Indonesia, Sehoror Apa 402 Rumah Sakit Angker Korea?
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea
-
Demi Kelancaran Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Anggy Umbara Pakai Jasa Dukun Lokal
-
Film Gonjiam Digarap Ulang Anggy Umbara, Banyak Kejutan yang Tak Ada di Versi Asli
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IBL Datangkan Wasit Elite Asia untuk Pimpin Playoff 2026
-
Efek Domino Kenaikan Harga Tiket Pesawat: Okupansi Hotel Hingga UMKM Terancam
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax
-
Kenali Undertone Kulitmu, Ini 5 Cara Mencegah agar Bedak Tidak Flashback di Kamera
-
Novak Djokovic Optimis Fisiknya Siap untuk Tampil di French Open 2026
-
Sah! Anji Manji Diam-Diam Resmi Menikah Lagi
-
Tristan Gooijer Terpantau Liburan di Indonesia, Sekalian Urus Dokumen?
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
3 Bedak Murah yang Natural, Tahan Lama buat Kondangan dan Arisan