Deli - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menyebut pelepasliaran harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Surya Menggala (jantan) dan Citra Kartini (betina) selain untuk menghindari kawin sedarah atau inbreeding juga merupakan pelepasliaran pertama di dunia untuk harimau yang lahir dan tumbuh besar di luar habitat (eksitu) ke habitat alamiahnya (insitu).
"Ini untuk yang pertama kali dan saya jelaskan juga bahwa ini adalah yang pertama kali di dunia bahwa mereka lahir dan tumbuh kembang di sanctuary (suaka) dapat dilepasliarkan di habitat alaminya dan ini berarti mendukung populasi di sana, eksitu link to insitu. Jadi populasi yang berada di luar habitatnya mendukung populasi di dalam habitatnya," ujar Plt. Kepala BBKSDA Sumut, Irzal Azhar, Jumat (10/6/2022).
Dikatakannya, pemilihan Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada di Provinsi Jambi pada Selasa dan Rabu (7-8/6/2022) itu berdasarkan penelitian bahwa lokasi tersebut juga merupakan habitat harimau sumatera dan banyak ketersediaan pakannya. Dua tahun lalu pihaknya sudah melepasliarkan harimau di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Harimau kembar berumur 3,5 tahun itu lahir dan tumbuh kembang di Barumun Sanctuary. Keduanya telah diajarkan cara menangkap mangsa, melakukan habituasi dan diteliti menggunakan CCTV selama tiga bulan untuk melihat kesiapannya dilepasliarkan. Penelitian itu melibatkan para ahli dan diputuskan keduanya sudah siap untuk dilepasliarkan.
Dijelaskannya, Surya Menggala dan Citra Kartini merupakan anak dari induk harimau bernama Monang dan Gadis, dua harimau sumatera yang direhabilitasi di BNWS di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara. Keduanya merupakan harimau yang terkena jerat.
Harimau Monang dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada 2017 setelah terkena jerat di perkebunan warga. Gadis, dievakuasi dari Kabupaten Mandailing Natal pada 2016.
Kaki kanan depan diamputasi juga akibat jerat. Surya Menggala dan Citra Kartini dipisahkan supaya tidak terjadi inbreeding di antara mereka. "Karena kalau sampai terjadi inbreeding, itu akan berdampak fatal buat keturunannya, bisa mati, bisa cacat dan lain sebagainya," katanya.
Terpisah jarak 20 km
Kedua harimau itu dipisahkan di dua lokasi berbeda yang jika ditarik garis lurus di atas peta sejauh 20 km. Di dalam kandang keduanya diangkut menggunakan helikotper ke titik lepas liar I dan II dari Bandara Depati Parbo, Sungai Penuh, Kerinci Jambi.
"Di lapangan itu dalam topografinya curam. Tim survey (mengatakan) itu sekitar 3 hari bisa mencapai ke lokasi 1 ke lokasi 2," katanya
Berdasarkan pantauan dari satelit menggunakan GPS Collar, harimau Surya Menggala hingga Jumat pagi, terpantau sudah berjalan dari titik lepas sejauh 6 km. Sedangkan harimau Citra Kartini, belum terpantau kemungkinan karena sinyal. "Si Kartini belum dapat sinyal karena ini melalui satelit," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Pria Denmark Boyong Keluarga Besar Bawa Hantaran Lamaran Gadis Selomerto Wonosobo
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi
-
Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat
-
Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
Terkini
-
Wajib Tahu! Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Tertib dan Khidmat
-
5 Tips Menyetel Tinggi Sadel dan Seatpost Sepeda MTB agar Tidak Cepat Pegal
-
Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional
-
1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG
-
Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri
-
Ketika Perhatian Publik Berpindah, Siapa Mengawal Penyelesaiannya?
-
Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Nasionalisme
-
Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Normal
-
Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta
-
Mohon Izin Kurang Sehat, Eks Menag Yaqut Telan Obat Anti Nyeri Hadapi Sidang untuk 'Lawan' Jaksa