/
Rabu, 22 Juni 2022 | 19:03 WIB
Diskominfo Sumut

Deli-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama di bidang pariwisata dengan negara Kamboja.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Afifi Lubis menyampaikan, hal ini dilakukan dengan harapan, semakin banyak wisatawan dari Kamboja yang datang ke Sumut.

“Pemprov sangat terbuka melakukan kerja sama terhadap pihak dari dalam negeri dan maupun luar negeri, terutama dalam rangka pemulihan ekonomi rakyat yang targetnya untuk menyejahterakan rakyat,” ungkapnya saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pariwisata Kerajaan Kamboja Katoeu Mohammad Nossry di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Rabu (22/6/2022). 

Lebih lanjut Afifi menyampaikan, Sumut memiliki beragam destinasi wisata yang kaya. Hal itu didukung geografis Sumut yang juga beragam mulai dari pegunungan, laut, dataran rendah ada di Sumut.

"Maka, Sumut bisa menjadi destinasi wisata pilihan warga Kamboja," tuturnya. 

Untuk itu, sambungnya, Pemprov sangat serius dengan pengembangan pariwisata di Sumut. Apalagi menurutnya, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terkena imbas pandemi Covid-19, dimana jumlah kunjungan wisatawan berkurang drastis sehingga banyak pengurangan tenaga kerja yang memengrauhi berkurangnya PAD.

"Karenanya menjadi tanggung jawab Pemprov untuk mengembangkan potensi wisata di Sumut secara berkelanjutan,” ucapnya. 

Afifi mengharapkan, ada pertemuan lanjutan berikutnya membahas hal-hal yang lebih detail dan teknis. “Saya harap ke depan ada pertemuan lanjutan, sehingga kita bisa mengembangkan gagasan-gagasan kita mengenai pariwisata di Indonesia dan Kamboja,” tandasnya. 

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Kerajaan Kamboja Katoeu Mohammad Nossry mengharapkan ada pertukaran wisatawan antara Sumut dengan Kamboja. Apalagi Kamboja sudah memiliki kerja sama dengan Indonesia di bidang pariwisata, yang ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. 

Untuk itu Katoeu mengharapkan Pemprov Sumut menjalin kerja sama Sister Province dengan Provinsi Sihanouk Kamboja. Katoeu juga mengatakan Kamboja memiliki satu juta penduduk muslim dengan ribuan masjid, serta restoran-restoran yang menyediakan makanan halal. 

“Perlu kita membentuk working group untuk mendekatkan kedua negara ini melalui kerjasama yang akan kita lakukan ke depan,” tandasnya. 

Load More