Deli.Suara.com - Jenis-jenis pakaian Adat Sumatera Utara dari Batak Toba, Suku Karo, hingga Suku Mandailing. Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai macam suku yang ada di Indonesia. Jadi tak heran jika banyak sekali adat serta kebudayaan yang ada di provinsi ini.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah pakaian adat sangat unik dan juga khas. Setiap suku ini tetap mempertahankan ciri khas masing-masing. Mereka memiliki tradisi yang unik dan menarik. Bahkan, pakaian adat Sumatera Utara dari setiap suku yang terus lestari hingga saat ini.
Suku Nias memiliki tradisi yang berbeda dari suku-suku di Sumatera Utara lainnya. Jika suku lain menggunakan warna merah pada banyak pakaian adatnya, maka Suku Nias umumnya menggunakan warna kuning dan emas.
Sedangkan perempuan dari Suku Nias memiliki pakaian tradisional yang diberi nama Oroba Si Oli. Oroba Si Oli adalah kain yang terbuat dari kulit kayu atau blacu berwarna hitam. Selain itu, ia juga memakai aksesoris berupa gelang kuningan bernama Aja Kola. Uniknya, ada gelang yang memiliki berat hingga 100 kilogram.
Sementara lelaki Suku Nias pakaian adatnya disebut Baru Oholu. Baju tradisional ini terbuat dari kulit kayu dan berbentuk rompi tanpa kancing dan penutup lainnya.
2. Pakaian Adat Suku Pakpak
Suku Pakpak memiliki kain yang dinamakan kain Oles. Bagi perempuan, pakaian adatnya disebut dengan Cimata. Sementara untuk lelaki disebut dengan Borgot. Dalam mengenakan pakaian adat mereka, Suku Pakpak juga menambahkan aksesori berupa kalung dari emas dan bertahtakan batu permata.
3. Pakaian Adat Suku Simalungun
Baca Juga: 5 Fakta Synchronize Fest 2022: Usung Tema Menarik, Digelar 3 Hari Berturut-turut
Suku Simalungun ini juga menggunakan kain Ulos sebagai bagian dari pakaian adat mereka. Akan tetapi, di Suku Simalungun kain ini disebut sebagai Hiou.
Bedanya dengan Suku Batak Toba dalam mengenakan Ulos adalah Suku Simalungun menambahkan kain samping yang disebut Suri-Suri. Aksesoris yang dikenakan perempuan pada kening mereka disebut Bulang, sementara para lelaki mengenakan Gotong.
4. Pakaian Adat Suku Batak Toba
Suku ini bermukim di kawasan sekitar Danau Toba. Pakaian adat yang dikenakan sangat khas karena menggunakan jenis kain yang berbeda, yakni kain tenun ulos. Suku Batak Toba umumnya menggunakan benang berwarna hitam, putih, merah, emas, dan perak, untuk kain Ulos.
Kain Ulos telah menjadi ciri khas Suku Batak untuk baju tradisional Sumatera Utara secara keseluruhan. Bagi Suku Batak Toba, pakaian dari kain Ulos bisa dikenakan dalam kegiatan sehari-hari, maupun saat upacara adat. Setiap kain Ulos dikenakan pada kesempatan yang berbeda-beda lantaran memiliki makna dibaliknya.
Dalam perkembangannya, kain Ulos tidak hanya digunakan sebagai selendang. Ulos ini bisa untuk sovenir seperti dompet, dasi, tas, ikat pinggang, sarung bantal, hingga gorden.
Berita Terkait
-
Parade Pakaian Adat Turut Meriahkan Pembukaan Piala Presiden 2022
-
Parade Pakaian Adat Meriahkan Pembukaan Piala Presiden 2022
-
7 Keunikan Pakaian Adat Bali, Lengkap dengan Makna Filosofisnya
-
Bobby Nasution Kenakan Pakaian Adat Batak Toba Saat Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila
-
Terima Penghargaan Tertinggi Pemerintah Jepang, JK Kenakan Pakaian Adat Teluk Belanga
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka